Putri Rizky Pramadhani 13 Dec 2019

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Belajar dari Tikus Kecil nan Cerdik di Buku Gruffalo

(0)
Bagikan:

Seekor tikus berjalan sendirian di tengah hutan. Tiba-tiba, ia bertemu dengan rubah yang pura-pura berlaku manis dengan mengundangnya ke rumahnya. Padahal, tentu saja rubah ini ingin menjadikan si tikus sebagai santapannya.

Tapi, tikus ini sangat cerdik. Tahu bahwa si rubah sesungguhnya ingin memakannya, tikus pun melancarkan siasat. Ia berkata, ia hendak pergi makan bersama Gruffalo. Nah, siapa itu Gruffalo? Tentu saja tak ada yang tahu karena makhluk ini memang hanya karangan si tikus! Yang jelas, tikus menggambarkannya sebagai makhluk mengerikan, dan makanan kesukaannya adalah rubah panggang. Rubah pun ketakutan dan segera saja ia kocar-kacir lari ke rumahnya!

Baca Juga Keikhlasan Hati si Stellaluna

Tikus kecil yang cerdik itu selamat. Namun, masih ada burung hantu dan ular yang menghadang dan bermaksud menyantapnya. Si tikus pun melancarkan trik serupa; menakut-nakuti mereka dengan cerita Gruffalo. Dan berhasil! Si tikus senang sekali, sampai ia bertemu makhluk yang persis sama sekali dengan Gruffalo ciptaannya. Si tikus pun akan disantapnya! Wah, bagaimana ya?

Rupanya, tikus yang cerdik ini tak kehilangan akal. Dia bilang pada Gruffalo bahwa seluruh binatang di hutan ini takut padanya. Lalu diajaknya si Gruffalo berjalan keliling hutan untuk membuktikannya. Terang saja semua binatang lari ketakutan, bukan karena si tikus tapi tentu saja karena melihat Gruffalo!

Baca Juga Jadi Berbeda seperti Ferdinand? Boleh!

Lucu ya Moms! Buku ini merupakan karya Julia Donaldson yang ilustrasinya dikerjakan Axel Scheffler. Gruffalo terbit pertama kali di Inggris pada tahun 1999 dan sudah diterjemahkan ke dalam 59 bahasa. Hingga kini, Gruffalo sudah terjual lebih dari 13 juta eksemplar di seluruh dunia. Saking populernya buku ini, pada tahun 2009 Gruffalo diadaptasi ke dalam film animasi dan dua tahun kemudian ia masuk jajaran nominasi di ajang film bergengsi dunia, Academy Award untuk kategori Best Short Film (Animated).

Kisah si tikus di buku Gruffalo ini mengingatkan saya pada si Kancil, tokoh fabel Indonesia yang amat kesohor berkat kecerdikannya itu. Dengan tubuh kecil, ia berhasil mengalahkan binatang-binatang lain yang lebih besar karena akal pintarnya. Melalui buku Gruffalo, kita bisa mengajarkan pada si Kiddo bahwa fisik bukanlah penghalang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Setelah membacakan buku ini, kita bisa menyelipkan pesan kepada si Kiddo, bahwa ilmu pengetahuan dan akhlak terpujilah kunci penting dalam mengarungi kehidupan. Dan yang tak kalah penting, tentu saja keimanan pada Yang Kuasa.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda