Putri Rizky Pramadhani 20 Dec 2019

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Tips Anti Kalap Belanja Buku Anak Impor

(0)
Bagikan:

Setiap pameran buku anak impor digelar, radar Mommies pasti langsung waspada. Betul, nggak Mom? Apalagi sekarang belanja buku anak impor is just one click away, literally, berkat menjamurnya jasa titip alias jastiper. Nggak perlu macet-macetan ke lokasi pameran atau repot ngantri. Tinggal gabung grup chatting jastiper terpercaya, menunggu jadwal live shopping di mana si jastiper akan ‘menyatroni’ buku-buku di pameran, dan ketik fix pada buku yang diinginkan melalui grup chatting. Lalu tinggal tunggu saja sampai buku impian kita memanggil dari depan rumah dengan suara merdunya yang dipinjam dari kurir ekspedisi: “Pakeeeeet!”

Sounds familiar ya, Moms? Paket segunung selalu datang lagi, meski buku-buku si Kiddo sudah menumpuk setinggi lemari. Pertanyaan ini pun selalu membayangi: Sampai kapan kekhilafan ini akan berhenti?

“... children would be better with only a few wonderful picture books than a lot of merely entertaining ones.

Setiap tergoda membeli begitu banyak buku yang ‘lucu-lucu’, saya selalu mengingat kata Charlotte Mason di atas. Charlotte Mason adalah penggagas salah satu filosofi pendidikan holistik yang menekankan pentingnya asupan living books alias bacaan bermutu untuk anak-anak.

Sedikit buku tapi bermutu akan lebih baik ketimbang banyak namun sekedar menghibur semata!

Dan kalimat Miss Mason selanjutnya, bagi saya, sungguh mencerahkan: “Books should be selected with the goal of decreasing dependence on pictures, and relying more on the imagination to envision pictures in the mind from the text.”

Jika anak terus-menerus dipapar oleh buku-buku yang dihiasi gambar-gambar meriah namun miskin gagasan, akankah ia siap menghadapi buku teks sekolah yang minim ilustrasi dan padat informasi?

Karena itu, setiap kepincut sejumlah buku anak impor yang ‘katanya bagus’, kini saya berusaha lebih selektif sebelum benar-benar memutuskan beli. Caranya?

Pertama, saya selalu cek livingness sebuah buku melalui bookfinder di situs simplycharlottemason.com, semacam katalog living books versi si pemilik situs yang telah menggeluti pendidikan rumah ala Charlotte Mason selama empat dekade. Buku-buku yang mereka rekomendasikan diberi simbol [SCM].

Kedua, rasanya ini umum sekali, yaitu cek rating buku di Goodreads. Dari sini, saya bisa baca ulasan buku incaran saya dari banyak sekali pembaca di seluruh dunia, dan seringkali saya dapat banyak informasi dan perspektif baru!

Ketiga, intip isi buku dari sejumlah video read aloud di Youtube. Jika sebuah buku cukup diminati, tentunya ada banyak yang membacakan nyaring kan ya?

Nah, itu saja tips dari saya biar kita lebih cermat lagi dalam berbelanja buku anak impor. Kalau tips Mommies apa sih? Share di kolom komentar yuk!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda