Balita.co 06 Dec 2019

Teman Digital Keluarga Milenial

Origami, Sarana Permainan Kreatif yang Murah Meriah ala Dad Latif

(0)
Bagikan:

Melihat selembar kertas bisa berubah jadi benda-benda yang lucu, seperti buah-buahan, hewan, kendaraan, dan benda-benda lainnya pastilah sangat menyenangkan buat anak-anak. Mereka akan takjub melihat bagaimana sebuah benda datar bisa bertransformasi menjadi benda tiga dimensi. Di proses itu, daya imajinasi dan kreativitas anak bisa berkembang. Selain itu, proses menunggunya pun bisa menjadi pembelajaran untuk latihan kesabaran. Pada saatnya, ketika tangan-tangan kecil mereka sudah mampu untuk ikut melipat, tentunya kegiatan ini pun menjadi sarana latihan motorik halus yang menantang bagi anak-anak.


Nah, inilah kira-kira keseharian dari Dad Mukhammad Latif, seorang ayah yang hobi bermain origami, dan menggunakan hobi ini sebagai sarana bermain dan berkomunikasi dengan anaknya, Sadiid (1,5 tahun). Mengapa origami? Selain karena Dad Latif ini memang hobi bermain origami, menurutnya kegiatan bermain origami ini bisa dilakukan di mana saja dengan bahan bahan yang murah dan mudah didapat.


Dad Latif sendiri mulai belajar origami sejak ia TK, rasa penasarannya bermain origami muncul ketika ia menemukan buku Origami Hewan di Perpustakaan Sekolah. Ia mengawali bermain origami dengan kertas buku tulis sekolah karena pada tahun 90-an kertas origami masih terbatas. Saat ini, ia pun memanfaatkan tutorial origami di YouTube untuk terus melatih skill-nya dan bergabung dengan Klub Origami Indonesia di tahun 2019 untuk saling berbagi informasi origami. Bahkan kemampuan bermain origami Dad Latif juga dapat dijadikan peluang bisnis.


Karena Sadiid masih berusia 1,5 tahun dan belum bisa diajak untuk benar-benar melipat dan membuat origami, Dad Latif memakai origami untuk mengajak Sadiid mengenal warna, tekstur kertas, dan sarana untuk bermain. “Bentuk origami favorit Sadiid adalah buah-buahan dan sayur-mayur karena bisa pura-pura dimakan. Selain itu, ia juga suka gasing karena bisa diputar dan dimainkan”, tutur Dad Latif.


Kalau Mommies dan Daddies juga ingin mengajak si Kiddo bermain origami sejak usia dini, berikut beberapa ide aktivitas permainan origami dari Dad Latif yang bisa dicoba:


1. Mengenal Bentuk

Mommies dan Daddies bisa melipat origami menjadi suatu bentuk dan mengajak si Kiddo untuk mengamati bentuk yang Mommies dan Daddies buat. “Bentuk apa ya ini?”. Ajak si Kiddo untuk mengamati secara seksama lipatan-lipatan yang Mommies dan Daddies buat sambil sesekali berkomentar, “Lihat, ini paruhnya dan yang ini kakinya.”


2. Mengenal Jumlah

Setelah melipat beberapa bentuk origami, tentunya kumpulan origami ini bisa menjadi media untuk berlatih mengenal jumlah. Ajak si Kiddo untuk menghitung satu per satu origaminya. Kegiatan ini tentunya sangat bisa divariasikan dengan cerita atau permainan lain. Misalnya, jika origami yang dibuat berbentuk buah-buahan, Mommies dan Daddies bisa membuat cerita belanja di supermarket dan menghitung jumlah buah yang ada di kereta belanja. Tentu saja buah yang dimaksud adalah buah yang dibuat dari origami.


3. Mengenal Warna

Kegiatan ini bisa dilakukan dengan origami yang sudah dilipat ataupun dengan lembaran- lembaran kertas yang belum terlipat.


4. Melatih Kesabaran

Seperti juga diakui oleh Dad Latif, awalnya tidak mudah mengajak si Kiddo bermain origami. Sadiid sering merasa bosan menonton ayahnya bermain origami. Bahkan, kertas origami pun terkadang bisa jadi media penyaluran emosinya. Kadang-kadang kertasnya dirobek, dibongkar, maupun dibuang. Nah, berarti kegiatan ini pun bisa menjadi sebuah kesempatan yang baik untuk berlatih mengelola emosi bagi si Kiddo. Ajak si Kiddo untuk membuat bentuk favoritnya dan katakan bahwa prosesnya membutuhkan waktu dan ia harus menunggu dan bersabar jika ingin melihat benda favoritnya selesai dibuat.


5. Melatih Motorik Halus

Saat anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk berlatih motorik halus (biasanya sekitar usia tiga tahun ke atas), maka kertas origami bisa menjadi salah satu teman bermainnya yang pas untuk latihan tersebut. Kegiatan pertama yang paling mudah dan berguna untuk melatih otot-otot kecil di kedua telapak tangan kecilnya adalah meremas. Jadi, sebelum tergesa mengajak si Kiddo melipat bentuk yang kompleks, Mommies dan Daddies bisa berlomba membuat bola-bola kertas dulu dengan si Kiddo.


6. Sarana Berkomunikasi dengan Anak

Seluruh kegiatan bermain origami, dari proses memilih kertas, menunjukkan benda yang akan dibuat, proses melipat, hingga memamerkan hasil karya terakhir merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan si Kiddo. Tentunya, ini merupakan kesempatan untuk membangun kedekatan juga dengannya.


Bagaimana Mommies dan Daddies, apakah tertarik untuk mencoba bermain origami seperti Dad Latif dan Sadiid?


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda