Rizki Imayani 07 Jan 2020

Koki Keluarga, Ibu dari 2 Gadis Kecil

Berenang, Asupan Vitamin A(yah) untuk si Kiddo

(0)
Bagikan:

Mengenalkan kegiatan berenang sebagai aktivitas liburan Kiddos disaat wekeend? Berikut sekalian mereka quality time dengan si Dad (read: ayah momong bocah)? Kenapa tidak?. Mom bisa istirahat dan me time juga, dengan cara ikut mereka berenang atau hanya duduk-duduk manis selonjoran di pinggiran kolam seperti cleopatra sambil makan anggur. HAHAHAHAH.

Akhir-akhir ini kami (saya dan suami) memang sengaja mengikutkan si Kiddo (si kakak dan si bayi) untuk les berenang di sore harinya. Berenang menjadi aktivitas quality time kami bersama Kiddos. Tujuan kami mengikutkan mereka les berenang adalah agar energinya tersalurkan dengan baik, sambil ia belajar berenang. Selain itu, menurut pendapat kami bocah kan terkadang angot-angotan ketika disuruh makan. Nahhh berenang ini adalah cara kami untuk menghabiskan dan menyalurkan tenaga Kiddos.

Dengan begitu, selesai berenang Kiddos yang kedinginan kelaparan pun biasanya bisa menghabiskan makanan yang disiapkan oleh ibu lebih banyak. Inilah cara kami menghabiskan waktu bersenang-senang berdua, bertiga, berbanyak bersama ayahnya dan keluarga kami. Berenang bersama di kolam renang betulan dan seringnya, tanpa pelampung. Menyenangkan untuk kami sekeluarga dan banyak sekali manfaatnya. Ketika weekday, tiga hingga empat kali seminggu, anak-anak berenang di kolam renang bersama pelatih renangnya. Akan tetapi ketika weekend datang, si ayahlah yang saya pilih untuk "menghandle" mereka berenang.

Para orangtua biasanya lebih memilih menunggu anak cukup besar atau setidaknya sudah bisa berjalan, baru diajak berenang untuk mengisi waktu senggang atau waktu liburan. Kalau kami, saya, berusaha sedini mungkin mengenalkan olahraga berenang kepada mereka. Karena menurut saya, sedari sejak dalam kandungan, bayi sudah berenang di air ketuban dalam perut setiap ibu. Jadi secara alami, bayi atau semua anak sebetulnya bisa berenang sejak lahir. Akan tetapi kemampuan tersebut akan semakin perlahan menghilang ketika mereka berada di rentang usia 2-3 tahun apabila tidak diasah.

Anak sedari bayi pun sudah terlahir sepaket kemampuan dengan kemampuan bertahan hidupnya. Percayalah. Mereka bisa berkedip, mengenyot tanpa harus ada yang mengajarkannya terlebih dahulu, kan Mom?. Kemampuan bertahan hidup bayi lainnya adalah berenang.

Namun, tentu jangan pernah lupakan "Peralatan Perang" untuk kemanan anak dan bayi sebelum berenangnya yaa Mom. Meskipun mommies dan daddies adalah ‘pelampung’ terbaik mereka. Kiddo masuk ke kolam renang selain dengan "fitur keamanan"nya harus dengan orangtuanya yaa. Kali ini, karena waktu momong bocah adalah "daddy's time" jadi semua dihandle si Dad. Mengapung di atas tangan Dad, digerakkan oleh langkah kaki Dad. Disini Dad tidak harus pintar berenang, tapi hanya wajib percaya diri untuk berjalan didalam air untuk manghandle, memegang tangan dan badan Kiddos di kolam renang saja. Itu sudah cukup.

Buat kami, ayah adalah vitamin tersendiri buat anak. Ya, vitamin A(YAH). Vitamin yang paling penting dan vital untuk tumbuh kembang anak. Tanpa ayah anak akan ibarat kapal yang oleng dan tumbang. Jadi, jelas tujuan utama saya membawa mereka berenang bersama ayahanya adalah untuk lebih menguatkan bonding antara Kiddos dengan Dad. Serta dapat menambah keberanian serta kepercayaan diri anak-anak kami.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda