Putri Rizky Pramadhani 25 Jan 2020

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Mengenalkan Buku untuk Kiddos lewat Soundbook

(0)
Bagikan:

Bila si Kiddo mulai menginjak usia 2 tahun dan Mommies serta Daddies ingin memperkenalkan buku padanya, maka soundbook rasanya adalah salah satu pilihan tepat. Apa sih soundbook?


Soundbook adalah buku dengan fitur suara, jadi jika kita tekan bagian tertentu pada buku, buku ini akan mengeluarkan suara. Suatu hal yang barangkali terdengar ‘ajaib’ bagi para orangtua jaman dahulu, ya? Tapi di era milenial ini, soundbook sudah sangat mudah dijumpai, lho Moms. Bila Mommies dan Daddies berkunjung ke toko buku atau pameran buku impor, buku berfitur suara ini akan begitu mudah ditemukan, dengan pilihan jenis dan harga yang mulai cukup bersahabat.


Jadi, alih-alih memberi si Kiddo gawai, kita bisa memperkenalkan banyak hal menarik padanya melalui buku bersuara ini. Misalnya, jika si Kiddo sangat menyukai binatang, maka Mommies dan Daddies bisa memilihkan soundbook bertema binatang. Si Kiddo suka menyanyi? Wah, banyak sekali soundbook yang bertemakan lagu, Moms! Misalnya The Wheels on the Bus, Baa Baa Black Sheep, Row Row Row Your Boat, Happy Birthday, dan sebagainya.


Sayangnya aneka buku berfitur menarik ini memang masih dibikin oleh penerbit asing, sehingga dikemas dalam bahasa Inggris. Namun, kabar gembiranya, beberapa tahun terakhir ini ada sejumlah penerbit lokal yang juga mulai merilis soundbook berbahasa Indonesia. Bahkan, ada yang membuat soundbook untuk anak-anak Muslim berisi doa-doa harian.


Selain soundbook, ada pula buku-buku ‘perkenalan’ lain dengan fitur yang tak kalah menarik, seperti buku buka-tutup (lift-the-flap book), juga buku tarik dan geser (pull-the-tab book dan slide-and-see book). Buku-buku ini nggak cuma berisi kisah seru, tapi juga bisa dimainkan oleh si Kiddo. Kece badai!


Nah, ketika si Kiddo sudah mulai terpikat dengan benda bernama buku, saatnya memperkenalkan dia dengan bacaan yang berisi lebih banyak tulisan. Selanjutnya, si Kiddo bisa ‘naik kelas’ secara bertahap ke chapter book, alias buku tanpa ilustrasi, melalui pembacaan nyaring yang dilakukan oleh Mommies atau Daddies sebelum ia bisa membaca sendiri buku-buku tersebut.


Nah, seperti apa bacaan bergizi yang perlu diasupkan pada si Kiddo? Sebagaimana disampaikan oleh Charlotte Mason, buku-buku haruslah dipilih dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan anak pada gambar. Buku yang lebih diutamakan adalah yang mampu membangun imajinasi agar anak dapat menciptakan sendiri gambaran di benak mereka melalui kata-kata. Kalimat-kalimatnya harus pula mampu mempersiapkan anak untuk menghadapi buku-buku berbobot yang akan dinikmatinya pada usia sekolah. Karenanya, selera anak-anak akan bacaan amat perlu diasah sedari dini, bukan memasoknya dengan buku-buku ‘gampang’ yang berpotensi membuat mereka kehilangan selera untuk membaca buku-buku klasik kelak.


Selamat berburu buku ya, Moms!


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda