Amidya Tri Agusti 02 Feb 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Menanam Daun Pandan Wangi di Pot atau Pekarangan

(0)
Bagikan:

Daun pandan adalah salah satu tanaman yang cukup terkenal di Indonesia. Apabila kita ingin membuat minuman tradisional, jenang (bubur), atau kue-kue tradisional, kita pasti membutuhkan daun pandan. Daun pandan memiliki aroma yang harum dan hasil perasan daun pandan yang berwarna hijau dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami.

Akan tetapi, sekarang daun pandan jarang untuk didapatkan, bahkan di pasar, para penjual bumbu dapur sering kali tidak menyediakan daun pandan. Oleh karena itu, kita bisa sendiri loh Mom menanamnya di rumah. Tidak membutuhkan lahan yang luas, karena di pot kecil pun daun pandan bisa tumbuh. Bagaimana caranya menanam sendiri daun pandan?

1. Memilih bibit yang baik
Untuk mendapatkan daun pandan terbaik, Mom harus memilih bibit dari anak daun pandan. Pilihlah anak di antara gerombolan daun pandan yang sehat dan segar. Cirinya daunnya berwarna hijau muda dan tidak ditemukan luka di daunnya. Jika Mom sudah
menemukannya, potong dengan hati-hati agar daun pandan tidak mati. Bibit ini bisa Anda beli di tempat penjual bunga dan tanaman ya Mom. Akan tetapi, jika ada saudara atau tetangga yang dekat yang memiliki tanaman pandan, kita bisa juga meminta sedikit untuk ditanam sendiri di halaman rumah.

2. Berikan pupuk
Saat menanam daun pandan di dalam tanah, berikan juga pupuk kandang atau pupuk kompos, supaya daun pandan bisa tumbuh dengan subur. Campurkan tanah dengan pupuk secara merata. Jika Moms menanamnya langsung di pekarang rumah, tinggal ditanam saja ya di adukan tanah yang sudak tercamput. Namun, jika ingin menanamnya di dalam pot, Moms tinggal masukkan campuran tanah dan pupuk ke dalam pot. Tekan-tekan hingga padat, setelah itu lubangi dengan kedalaman 22 - 27cm.

Setelah itu, tanam bibit pandan secara perlahan dengan posisi tegak lurus. Padatkan tanah di sekitar pandan, dan tahan dengan batu-batu kecil atau pecahan batu bata supaya daun pandannya bisa berakar dan tidak mudah roboh.

3. Menyiram secara rutin
Daun pandan termasuk jenis tanaman yang membutuhkan banyak air. Sebab daun pandan memiliki daun-daun yang panjang dan lebar, sehingga mudah menguap. Karenanya, Anda bisa menanam pandan di tanah yang lembab dan dekat dengan sumber air. Sementara bila pandan di tanam di dalam pot, usahakan untuk menyiramnya dengan air sehari dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari.

4. Pangkas daun yang kering dan menguning
Daun pandan dapat mengering, layu, dan juga busuk. Untuk mengatasinya, Mom bisa memotong anakan daun yang sudak rusak sehingga kerusakannya tidak menyebar pada daun pandan yang lainnya. Bila perlu, Mom bisa juga menyemprotkan pestisida agar
daun pandan bebas dari hama dan ulat.

Mom bisa menikmati hasilnya sekitar 1 hingga 1,5 bulan sampai daunnya siap di panen. Jangan dipanen sebelum waktunya ya Mom, karena akan menghambat pertumbuhan daun pandan.

Oke Mom, itu adalah cara mudah menanam daun pandan sendiri di pekarang rumah dan di pot. Mudah bukan? Kini, saat Mom ingin membuat bubur sumsum, kacang hijau, wedang jahe, klepon, atau bolu kukus pandan, tidak perlu repot membeli daun pandan karena Mom dapat mengambilnya secara langsung di halaman rumah atau di pot. Juga saat angin berhembus, wangi daun pandan yang semerbak juga bisa kita manfaatkan untuk indera penciumannya kita. Kita bisa merasa segar dengan aroma pandan yang wangi dan khas. Selamat mencoba di rumah ya Mom...

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda