Amidya Tri Agusti 31 Jan 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Anak Speech Delay Karena Nonton YouTube? Pengalaman Saya Malah Sebaliknya!

(0)
Bagikan:

Halo Mommies dan Daddies, bagaimana kabarnya? Melalui artikel ini, saya akan sedikit berbagi mengenai pengalaman pribadi saya dalam mengasuh dan mendidik Si Kiddo setiap hari dan pengaruh Lagu Anak Indonesia Balita untuk perkembangan anak saya.

Sebelum memiliki anak, saya bekerja full-time di sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang digital di Kota Solo. Senin hingga Jumat adalah hari-hari untuk bekerja, sedangkan setiap Sabtu adalah hari libur bagi saya dan staf yang lainnya. Saya bekerja di
Yayasan ini mulai tahun 2012, kemudian pada tahun 2016, karena saya sudah menikah, saya mengikuti suami yang ditempatkan pemerintah di Kota Batam. Kendati saya berada di Batam, tetapi saya masih bekerja secara full-time dengan memanfaatkan
koneksi internet. Setelah itu, pada tahun 2017, Tuhan menganugerahkan bayi kecil yang semakin melengkapi kehidupan keluarga kami, tetapi saya masih bekerja jarak jauh, kali ini hanya secara part-time. Sebelum saya melahirkan, saya pulang ke Solo dan berencana untuk melahirkan di Solo. Keberadaan keluarga besar, saya rasa akan menolong saya yang masih sangat awam dalam mengasuh bayi. Dengan demikian sembari mengasuh bayi di rumah, di sela-sela waktu luang, saya pergunakan untuk bekerja. Lalu, setelah anak saya berusia 8 bulan, saya dan Suami memutuskan untuk kembali ke Batam. Sebab Long Distance Marriage sangat berat, terlebih anak kami pun perlu mengenal dekat Bapaknya dengan baik. Dengan berbagai pertimbangan dengan Suami, akhirnya saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan sepenuhnya menjadi Ibu Rumah Tangga bagi anak saya.

Proses baru dan tentunya tantangan baru bagi kami. Anak kami pindah ke Batam di usianya ke 8 bulan. Saat Suami istirahat bekerja, dia mencoba melihat-lihat YouTube dengan tujuan melihat konten supaya bisa dilihat oleh anak kami di rumah. Dari pencarian itulah, Suami menemukan harta karun di YouTube berupa Lagu Anak-Anak dengan musik yang riang gembira dan ikon yang lucu. Ya, Baba, Lili, dan Tata! Begitu melihat itu, mulailah setiap pagi di Televisi kami selalu terkoneksi dengan YouTube – Lagu Anak Indonesia Balita.

Untuk anak berusia 8 bulan, awalnya si Kecil hanya melihat sambil tepuk tangan, terkadang dia juga hanya mengucapkan kata, “apa?” untuk animasi yang dia lihat. Oh, iya, anak kami melihat YouTube tidak sendiri, tetapi saya selalu mendampingi si Kecil
dalam melihat YouTube. Dengan sederhana, saya hanya menjawab apa yang dia tunjuk dan tanyakan seperti: Monyet bernama Tata, Gajah bernama Baba, Burung bernama Lili, lalu karakter lainnya yang ada dalam lagu seperti Koala, Gajah, Monyet, dan lainnya.
Karena setiap hari, kami memutar konten ini, hingga akhirnya saya dan Suami pun hafal satu per satu Lagu Anak Indonesia Balita.

Menginjak usia 1,5 tahun barulah anak kami mulai lancar berbicara. Selain bisa memanggil Bapak dan Ibu, perbendaharaan katanya pun bertambah, dia bisa mengucapkan kata-kata sederhana, dan masa awal dia bisa mengucapkan, ada tiga hal yang dia ucapkan. Baba, Lili, Tata! Itu tiga hal yang diucapkan anak saya di masa awal dia dapat berbicara. Saat anak saya berusia 2 tahun, kemampuan berbicaranya dan sensoriknya semakin baik. Tidak hanya mengucapkan apa yang sudah dia lihat, perlahan dia juga bisa bernyanyi. Selain Pok Ame-Ame, ada lagu Warna dari Balita.com yang dapat dinyanyikan anak saya diusianya ke 2 tahun. Merah – Red, Biru – Blue, Kuning – Yellow, Hijau – Green, Putih – White, Hitam – Black, Oranye – Orange. Lagu itu dapat dia nyanyikan dengan jelas.

Kini anak saya sudah berusia 2 tahun lebih 3 bulan. Mulai banyak pula lagu anak-anak dari Balita.com yang dapat dia nyanyikan. Yang lebih lucu, ketika di jalan raya, dia melihat Eskavator, langsung dia berkata, “Ibu, tolong nyanyi eskavator buat Adik.” Wah, kami bersyukur, upaya kami melihatkan lagu anak-anak, membacakan buku, bercerita, dan mengajaknya berbicara kini berbuah manis.

Demikian sedikit sharing dari saya ya Moms & Dads. Dari hal ini, saya belajar anak dapat berbicara dengan waktu yang tepat. Jangan merasa karena anak kita sudah berusia 1 tahun lebih tapi kemampuan berbicaranya belum lancar. Apabila saatnya
sudah tiba, para Kiddos pasti dapat berbicara. Tugas kita sebagai orang tua adalah terus mengupayakan untuk melakukan berbagai kegiatan yang menolong Kiddos untuk semakin siap untuk berbicara, ajak bernyanyi, membacakan buku, mendongeng, dan ceritakan kegiatan kita kepada Kiddos. Terima kasih Baba, Lili, dan Tata telah menjadi sahabat digital bagi Si Kiddo. ^^

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda