Amidya Tri Agusti 04 Feb 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Belajar dari Proses dan Mengenali Diri! Pelajaran Berharga dari Dongeng Klasik – Itik Kecil Buruk Rupa

(0)
Bagikan:

Halo Mommies dan Daddies :), Pernahkah Anda mendengar bahkan membaca sebuah dongeng klasik dari Hans Christian Andersen yang berjudul "The Ugly Duckling" atau "Si Itik Buruk Rupa".

Dongen Si Itik Buruk Rupa adalah dongeng klasik yang menceritakan tentang kisah itik kecil yang buruk rupa, yang berbeda dari saudara-saudaranya. Karena rupanya yang tidak menarik, akhirnya itik kecil ini dikucilkan oleh saudara-saudara dan teman-
temannya.

Hans Christian Andersen menggambarkan itik kecil ini berwarna abu dan tidak menarik seperti saudara-saudaranya yang lain. Saudara lainnya berbulu kuning dan nampak indah, sedangkan itik kecil ini satu-satunya yang berbulu abu-abu. Kendati dia berbeda, si Ibu Itik tetap merasa bahkan itik kecil ini adalah anaknya dan dia tidak jelek, justru si Ibu melihat bahwa anaknya yang berbeda ini adalah itik yang kuat dan cukup cantik.

Saat Ibu itik membawa anak-anaknya mencari makan, hewan-hewan lainnya mengejek itik berbulu abu-abu ini. Lama kelamaan, anak-anak itik lainnya merasa kesal karena mereka ikut diolok-olok hewan lain. Karena itu, mereka menolak untuk bermain
bersama itik buruk rupa ini. Berbagai olokan, ejekan, hingga ancaman pernah dialami itik kecil ini, tetapi dia bertahan. Beruntunglah ia, sebab ia dipelajari oleh nenek yang merupakan seorang petani. Nenek dan anak-anaknya merawat itik ini dengan penuh sayang. Hingga akhirnya itik ini menjadi kuat, bertambah gemuk, dan sehat.

Singkat cerita, nenek dan anak-anaknya melepaskan itik ini ke kolam saat musim semi tiba. Itik ini pun berenang di kolam, tiba-tiba sekawanan angsa datang dan mendarat di kolam. Bulu mereka putih bersih, lehernya panjang dan indah. Itik ini takut angsa-angsa
itu akan mengejeknya, karenanya ia berenang menjauh. Akan tetapi, seekor angsa memanggilnya, "Hai, mengapa kami tidak pernah melihatmu" Apakah kamu tidak tinggal di sini?", tanya angsa yang ini. Itik ini pun hanya menunduk, lalu ia melihat
bayangannya di air permukaan kolam. Betapa terkejutnya ia, bahwa bukan itik kecil buruk rupa yang dilihatnya. Melainkan seekor angsa putih cantik, serupa dengan angsa- angsa yang mengerumuninya. Anak itik itu tidak pernah menyadari bahwa ia
sebenarnya adalah seekor angsa.

Pesan indah dan sebuah metafora yang ingin disampaikan oleh sang Penulis. Kita tidak pernah tahu siapa diri kita, sebelum kita benar-benar mengenal siapa kita sebenarnya. Selain itu, proses hidup si itik kecil yang penuh ancaman, cemooh, dan ejekan, justru menjadikan si itik mampu bertahan hidup dan tumbuh menjadi seekor angsa yang
cantik. Pun demikian dengan hidup, banyak hal yang terjadi dalam hidup kita, tetapi semuanya adalah proses supaya kita semakin bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Sebuah dongeng indah yang dapat kita bagikan kepada Kiddos. Sematkan pula pesan indah kepada para Kiddos supaya mereka tidak takut menghadapi proses dan terus belajar untuk mengenal diri mereka sendiri. Mari kita belajar bersama-sama. :)

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda