Balita.co 29 Jan 2020

Teman Digital Keluarga Milenial

Perjuangan Mom Tantri dengan Baby Kael dan Penyakit Jantung Bawaan

(0)
Bagikan:

Sebagai seorang Mom dengan pengalaman mengasuh buah hati lebih dari satu, merasakan hal yang berbeda dari pengalaman anak-anak sebelumnnya pasti cemas dan menimbulkan sebuah pertanyaan.

Seperti cerita Mom Tantri Indah, sesuatu yang beda dirasakan dari anak ketiganya, Baby Kael “Dua minggu pertama Kael normal, tapi kok setelah dua minggu kemudian ia rewel ketika menyusu susah dan marah-marah. Aku coba ASIP di botol ia sendawa berkali-kali dan tetap marah-marah, Kael juga mulai susah tidur di siang hari”.

Setelah merasa ada yang tidak beres akhirnya Mom yang juga berprofesi sebagai MC ini membawa Baby Kael ke Dokter. “Ketika ke Dokter pertama saya belum puas jawabannya, kemudian ke Dokter kedua beliau menyarankan untuk mengganti botol susu Kael. Karena belum yakin dengan saran Dokter kedua saya ke Dokter yang ketiga dan disini saya baru mendapatkan hasil. Ketika Kael dibuka bajunya Dokter mengatakan jika Kael napasnya cepat dan ada cekungan ke dalam, setelah diperiksa ternyata ada suara yang berbeda dari jantung Kael”, tutur Tantri.

Sesuai saran Dokter ketiga akhirnya Kael dibawa ke Dokter jantung, setelah diperiksa si buah hati didiagnosa mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan VSD (Ventricular Septal Defect) 5,2 - 6 mm.

Mengutip dari Kementrian Kesehatan RI menurut Dr.dr. Jusuf Rachmat, SpB, SpBTKV (RSCM FKUI) Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur jantung yang melibatkan dinding sekat ruang jantung, katup-katup jantung, dan pembuluh darah arterti atau vena yang membawa darah menuju jantung atau seluruh tubuh. PJB dapat berupa Ventricular Septal Defect (VSD ) dimana adanya lubang pada sekat yang terdapat antar bilik jantung. Lubang ini menyebabkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan jantung. Kemudian Atrial Septal Defect (ASD) yaitu adanya lubang diantara dua serambi jantung.

Dengan umur Kael yang masih satu bulan maka Dokter menganjurkan untuk melakukan echo jantung (prosedur pemeriksaan mengenai gambaran jantung) tiga bulan sekali. Dengan harapan ukuran lubangnya mengecil sehingga tidak diperlukan operasi jantung (open heart) namun hanya dilakukan katerisasi.

Anak dengan kondisi VSD disarankan untuk tidak membuat kerja jantungnya ekstra. Sehingga ketika ada aktivitas misalnya menangis harus cepat-cepat ditenangkan selain itu juga mengharuskan Kael mengkonsumsi obat untuk mengurangi kerja jantungnya.

“Dokter bilang kondisi VSD Kael setelah echo jantung Desember kemarin berukuran 4,5 mm karena lubangnya dekat dengan katup aorta (katup jantung) sehingga katup jantungnya ini agak menutupi lubang. Sebenarnya lubangnya sama tapi karena ada katup jantung yang menutupi sebagai lobang jadi keliatan kecil”, demikian penjelasan Tantri.

Selain berkonsultasi dengan Dokter, Ibu dari Kael ini juga bergabung dalam sebuah komunitas anak-anak PJB @littleheartcomunity. Di sini ia mendapatkan banyak informasi mengenai PJB dan ia menuturkan jika di Jawa Timur ternyata juga banyak anak-anak dengan PJB. Dan yang agak dikhawatirkan mereka banyak yang baru tau ketika anak sudah memiliki kurva pertumbuhan buruk yang berdampak pada kemungikinan resiko yang besar.

“Sejauh ini masih dipantau perkembangan dari Kael jika memang kemungkinan terburuk terjadi maka akan dilakukan open heart, minta doanya saja?” ungkap Tantri.

Dari pengalaman Tantri, ia berpesan kepada para Mommies agar selalu mempertimbangkan second opinion untuk mendapatkan jawaban sampai yang ia yakini. Karena insting Ibu selalu kuat, jangan sampai terlambat yang berhubungan dengan kondisi kesehatan apalagi untuk anak.




(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda