Amidya Tri Agusti 22 Feb 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Mengajarkan Kata: Maaf, Tolong, dan Terima Kasih kepada Si Kiddo

(0)
Bagikan:

Sebagai orang tua, tentu kita seringkali mendengar ada tiga kata ajaib yang harus diajarkan kepada Kiddos sejak mereka kecil. Apa saja tiga kata itu? Kata ini sangat tidak asing bagi kita, yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi, mengajarkan tiga kata ini kepada anak tidaklah mudah, sebab terkadang karena usia, habitat rumah, dan lain hal membuat anak tidak memahami mengapa perlu belajar kata ini dan pentingnya di masa yang akan datang. Oleh karena itu, menurut saya sendiri cara terbaik mengajarkannya kepada Kiddos adalah dengan menjadi teladan secara langsung bagi Kiddos.

Apa pun yang kita ajarkan kepada Kiddos akan jauh lebih berdampak jika kita terlebih dahulu melakukannya dan kita menjadi teladan nyata bagi Kiddos. Dengan demikian, mereka akan melihat bagaimana kita bersikap, berbicara, dan respons kita terhadapsuatu kejadian atau peristiwa. Hasil dari melihat itu, para Kiddos pun akan belajar, ternyata orang tua merekapun dapat memaafkan, memberikan pertolongan, dan berterima kasih.

Pengalaman saya mengajarkan tiga kata ini, terlebih dahulu saya dan suami harus berkomitmen untuk menjadi teladan bagi si Kiddo di rumah. Saya pun saat bersalah, atau saat saya salah menyebut sesuatu, saya tidak segan meminta maaf kepada anak
saya. “Maaf ya Dik, tadi Ibu salah menyebut.” Pertama-tama, dia nampaknya bingung, kenapa Ibunya meminta maaf. Demikian juga, saat saya hendak meminta pertolongannya, saya selalu berkata, “Nak, Ibu minta tolong ya.” Atau “Tolong ambilkanhanger di sisi ember itu ya Dik.” Mendengar permintaan tolong dari Ibunya, si Kiddo mulai beraksi menolong mengambilkan hanger, membantu setrika baju, dan lama-kelamaan anak saya dapat berkata, “Saya mau di sini menolong Ibu jemur baju.”

Sedangkan saat mengajarkan kata terima kasih, berbekal pengetahuan yang saya dapat dari Lagu Balita.co yang berjudul “Terima kasih”, saya sampaikan kepada anak saya, “Dik, kan sekarang sudah bisa berbicara, jika ada orang yang memberikan pertolongan atau memberikan sesuatu, ucapkan terima kasih ya.., belajar pelan-pelan ya.” Awalnya dia tidak langsung bisa, sebatas langsung menerima, lama-lama dia pun dapat menyampaikan, “Makasih Ibu, Makasih Bapak, atau Makasih Uthi (Sebutan untuk Eyang
Putri)”.

Tidak hanya mengajarkan kepada si Kiddo, dalam hidup berumah tangga pun, orang tua harus memberi contoh, sehingga anak akan belajar dari kehidupan rumah tangga kedua orang tuanya. Saat mendapat oleh-oleh ketika Suami pulang dari kerja, saya sampaikan, “Terima kasih ya Bapak untuk oleh-olehnya.” Sedangkan saat terkadang kami berbeda pendapat, diakhir sesi debat, kami pun sama-sama minta maaf. Kami percaya, habitat rumah tangga yang kondusif akan sangat menolong si Kiddo untuk bertumbuh dan
berkembang.

Nah, untuk Mommies dan Daddies di rumah, sudahkah mengajarkan tiga kata sederhana namun syarat makna ini kepada para Kiddos? Apa yang menjadi kesulitan Mom & Dad saat mengajarkannya? Sharing bersama-sama yuk, silakan sampaikan pengalamannya di kolom komentar ya..

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda