Amidya Tri Agusti 03 Mar 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

​Tujuh Makanan untuk Meningkatkan Produksi ASI

(0)
Bagikan:

ASI (Air Susu Ibu) adalah asupan terbaik bagi bayi. Bahkan ada anjuran dari WHO (World Health Organizatiin) untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Hal ini karena memberikan ASI eksklusif akan mengurangi risiko lebih rendah bagi bayi terkena penyakit Pneumonia dan diare. ASI juga berperan penting menunjang tumbuh kembang bayi, dan mencegah obesitas pada bayi.

Melihat begitu pentingnya ASI, para Mommies tentu ingin dong dapat memberikan ASI untuk tumbuh kembang para Kiddos. Untuk meningkatkan produksi ASI, berikut adalah berbagai jenis makanan yang dapat Mommies konsumsi.

Sayur Bayam
Bayam adalah sayuran yang kaya kalsium, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan kalsium yang ada di dalam bayam sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi bayi. Oleh karena itu, Ibu menyusui sangat disarankan untuk mengonsumsi bayam, sebab saat seorang Ibu menyusui, mereka dapat menansfer kalsium, vitamin A, dan vitamin C melalui ASI yang dikonsumsi oleh bayi.

Pepaya
Buah Pepaya adalah buah yang sangat baik dikonsumsi oleh Ibu hamil maupun Ibu menyusui, karena pepaya dapat menghilangkan sembelit. Sewaktu saya konseling laktasi saat usia kehamilan 36 minggu, Dokter Kandungan dan beberapa bidan menyarankan untuk mengonsumsi pepaya untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, pepaya mengandung Vitamin A, Vitamin E, Vitamin K, Folat, dan asam Pantotenat. Jadi jangan lupa makan pepaya selama menyusui ya Mom!

Semangka
Semangka bermanfaat untuk melancarkan ASI dan menjaga kesehatan pencernaan. Di dalam buah semangka terdapat 92% kandungan air, hal ini akan membantu Mom merasa kenyang dan bebas dehidrasi. Kandungan antioksidan dan lycopene dalam buah semangka juga bermanfaat untuk kesehatan otak.

Sayur Pare
Saat menyebut sayur pare tentu kita langsung teringat pada rasanya yang pahit. Pre mengandung katekin, asam galat, epicatechin, dan senyawa antioksidan yang bisa melindungi sel tubuh dari kerusahan. Pare bisa melancar produksi ASI. Akan tetapi, pare hanya bisa dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Pare hanya boleh dikonsumsi Ibu menyusui dalam kondisi matang, sebab mengonsumsi pare mentah dapat menyebabkan gula darah turun sehingga dapat membuat lemas. Jadi, boleh konsumsi pare ya Mom, asalkan matang dan tidak berlebihan.

Jambu Air
Jambu air mengandung vitamin A, vitamin C, mineral, kalsium, dan fosfor. Kandungan vitamin A dan zat besi dalam jambu air dapat meningkatkan produksi ASI. Perlu Moms ketahu, vitamin A berguna melindungi sistem kekebalan tubuh A dan meningkatkan ketahanan terhadap infeksi. Jambu air juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sehingga bersifat mendinginkan dan memberi rasa menenangkan saat dimakan.

Daging
Daging sapi juga merupakan sumber makanan yang dapat dikonsumsi oleh Ibu menyusui, tapi perlu digaris bawahi, sebaiknya Ibu menyusui mengonsumsi daging sapi tanpa lemak. Mengapa kita perlu memilih daging sapi tanpa lemak? Sebab daging sapi akan lebih kaya zat besi dan protein. Protein pada daging sapi akan membantu memelihara kesehatan Ibu dan bayi.

Kacang Hijau
Kacang hijau salah satu sumber energi yang baik dikonsumsi sejak Ibu memasuki masa hamil. Mengonsumsi kacang hijau dapat merangsang pertumbuhan rambut bayi. Tingginya karbohidrat pada kacang hijau dapat memicu sekresi ASI. Selain itu, kacang hijau juga kaya akan Vitamin A, B, B1, B2, C, kalsium, fosfor, dan zat besi. Semua kandungan ini dibutuhkan oleh Ibu menyusui dan bayi. Dengan berbagai kandungan ini, tak heran jika kacang hijau dinobatkan sebagai salah satu makanan yang bernutrisi tinggi bagi Ibu menyusui.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda