Amidya Tri Agusti 09 Mar 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Menanam Jambu Biji di Dalam Pot

(0)
Bagikan:

Jambu air, merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan mudah. Semua orang dapat melakukannya. Jambu air dapat ditanam langsung di tanah, dapat juga ditanam di dalam pot. Hal ini biasa disebut dengan Tabulampot atau Tanaman Buah Dalam Pot.

Nah, kita sebagai Ibu Rumah Tangga dapat juga bisa mencoba menanam jambu air ini di dalam pot. Di sela-sela rutinitas sehari-hari, dapat kita manfaatkan sejenak untuk refreshing dengan menanam tumbuhan. Bagaimana cara menanam bibit jambu air dalam pot? Yuk, kita pelajari bersama-sama yaaa...

1. Siapkan Wadah Tanam/Pot
Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman. Jika bibit tanaman masih berukuran kecil sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Sehingga apabila tanaman semakin besar pot bisa diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan pot adalah pastikan bahwa pot tersebut memiliki lubang di dasar pot yang berfungsi mengalirkan sisa air setelah penyiraman agar akar tidak terendam.

2. Pilih Bibit Unggul
Siapkan bibit berkualitas unggul karena bibit tanaman merupakan hal yang sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Terdapat dua jenis bibit tanaman, yaitu bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) dan bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi dan penyambungan). Untuk budidaya tabulampot sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah.

3. Cara Penanaman
  • Siapkan pot dan isi dengan tanah, pupuk kompos, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Moms yang tinggal di dekat area peternakan bisa juga menyiapkan pot dan isi dengan tanah, pupuk kambing, dan sekam padi dengan komposisi yang sama, yaitu 1:1:1.
  • Buka polybag bibit tanaman, lalu letakkan di tengah-tengah pot. Atur peletakan tanaman, pastikan tidak miring. Lalu timbun dengan media tanam berupa campuran tanah, pupuk, dan arang sekam yang dicampur menjadi satu.
  • Padatkan media tanam di sekitar batang, pastikan akar tanaman sudah kuat tertopang. Setelah itu sirami dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
4. Tahap Perawatan
Perawatan jambu air cukup mudah, Mom cukup memberikan pupuk kompos setiap 2 bulan sekali pada musim hujan, dan 3 bulan sekali pada musim panas.

Jika jambu air dalam masa pertumbuhan terkena hama, kita bisa semprotkan pestisida organik. Mengapa memilih pestisida organik? Karena jambu air ditanam di pekarangan rumah dan dalam pot, apabila kita memakai pestisida kimia dapat mencemari
lingkungan dan baunya berbahaya untuk anak-anak.

Lakukan penyiraman dengan rutin , pada musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi atau sore hari, jika dilakukan saat siang hari dapat membuat tanaman menjadi stres dan buah pun pecah. Pada musim hujan penyiraman hanya dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air.

Mudah kan Mom? Mom bisa juga libatkan Kiddos untuk menanam dan merawat jambu air ini. Saat bibit mulai tumbuh menjadi pohon kecil dalam pot, pohon jambu air dapat juga menghijaukan pekarangan rumah kita. Lagi pula, tanaman ini ditanam di dalam pot, jadi tidak memakan banyak area di pekarangan, selain itu, akar jambu air tetap tumbuh di dalam pot saja. Jika pohon jambu air sudah berbuah, Moms pun bisa menikmati buahnya bersama keluarga tercinta. Yuk, belajar tanam menanam untuk menghijaukan pekarangan rumah kita.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda