Balita.co 27 Feb 2020

Teman Digital Keluarga Milenial

Mengenal Metode Pendidikan Montessori

(0)
Bagikan:

Pernahkah Mommies & Daddies mendengar metode Montessori? Bagi Mommies & Daddies dimana si Kiddo sudah masuk pre school tentu sudah tidak asing bukan? Saat ini salah satu metode pendidikan ini, mulai ramai digunakan oleh sekolah pada jenjang PAUD dan TK bahkan metode ini mulai masuk rumahan.

Menurut Nana Utomo, seorang Diploma Montessori menjelaskan jika metode Montessori adalah metode pendidikan yang umumnya diterapkan pada anak usia dini dimana metode ini lebih fokus kepada anak . Montessori ini mengikuti arah belajar si anak namun terdapat batasannya (freedom with limit).

Siapa yang bisa menggunakan metode ini?

Menurut penuturan dari Ibu dua anak ini, orang tua bisa menerapkan metode montesori kepada semua anak. Montessori bisa dimulai dengan melihat apa yang sedang disukai oleh si anak. Karena tiap anak memiliki perbedaan maka kecepatan dan tingkatan belajar masing-masing anak akan berbeda.

Sebagai acuan tingkatan belajar pada anak, dalam metode montesori ini Nana menjelaskan terdapat periode sensitf. Melihat dari sensitve period ini maka guru atau orang tua bisa mengetahui pengetahuan apa yang harus ia ajarkan ketika ia berada di periode sensitif tersebut. Hal ini penting untuk dipahami supaya pesan yang disampaikan akan masuk ke anak.

Sama halnya dengan metode pendidikan yang lain metode montesori ini juga perlu penyesuaian untuk diterapkan pada anak. “Saya menemukan beberapa kasus dimana orang tua bilang anaknya tidak cocok menggunakan metode montessori, padahal trialnya belum Tutur Nana Utomo. Nah perlu Mommies & Daddies ketahui ketika metode ini diterapkan biasanya anak akan mengalami masa deviasi sampai satu bulan terlebih dahulu bahkan ada yang sampai tiga bulan, tergantung si anak jadi tak perlu khawatir dahulu. Jika sudah biasa lama-lama anak akan memasuki masa normalisasi.

Nana Utomo menjelaskan “Jika ingin menerapkan metode montessori ini di rumah sebenarnya lebih leluasa. Ini bisa dimulai practical life dari bangun tidur dengan merapikan tempat tidur. Kemudian yang perlu dipersiapkan adalah aktivitas selanjutnya seperti untuk belajar sensorial, bahasa dan culture.

Perlu Mommies & Daddies pahami montesori ini sangat dekat dengan anak jika diterapkan di rumah, karena bisa sebagai ajang bonding. “Metode montessori ini sangat aktif karena metode ini mengajarkan sesuatu dari yang konkret ke yang abstrak, sederhana ke komples kemudian juga mengajarkan keindahan, kemandirian, sosialisasi dan tanggung jawab. Selain itu metode ini mengajarkan tentang sensorial, yaitu tentang kelima indera yang digunakan dan mengoptimalkan potensi pada anak”, ucap Nana Utomo

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan ketika menerapkan metode montessori adalah alas kerja sebgai batasan kerja si anak. Kemudian presentasikan tool ke anak dimana posisi Mommies dan Daddies atau guru berada didominan tangan anak.

Apa perbedaan montesori di sekolah dan di rumah?

Perbedaanya hanya waktu yang lebih leluasa ya Mommies & Daddies. Jika di sekolah akan terpaku waktu jadi semua miniatur (tools) yang digunkan harus tertata rapi di rak sedangkan di rumah bisa lebih leluasa kemudian untuk practical life bisa dilibatkan dengan aktivitas langsung keseharian Mommies & Daddies.

Setelah mengenal lebih dekat tentang metode montessori, bagaimana Mommies & Daddies apakah ingin menerapkan di rumah juga?

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda