Chitra Astriana 05 Oct 2019

Co-Founder Balita

Serunya Belajar Bikin Batik Kering di Neo Soho

(0)
Bagikan:

Weekend lalu, kami sekeluarga ke Jakarta untuk urusan kerja. Si Kiddo manis sekali sepanjang perjalanan, tidak mengeluh di pesawat, menunggu dengan sabar di hotel, dan bahkan bisa bertahan beberapa jam saat kami sedang bertemu dengan orang. Hebattt! Setelah semua urusan selesai, kami mengajaknya bermain di salah satu mall dekat tempat kami menginap, Neo Soho.

Kebetulan hari itu ada event workshop dan pameran Batik Kering kerja sama antara UNESCO dengan Universitas Podomoro. Wah, ini dia salah satu jenis aktivitas yang menarik buat si Kecil. Ada cat warna-warni, kuas, dan kertas di mana-mana. Matanya langsung berbinar-binar. Untungnya penyelenggara acara begitu ramah dan tidak keberatan membiarkan anak kecil yang belum benar-benar bisa menggambar atau mewarna ikut serta.

Jadi deh, si Kiddo duduk di sana sebagai peserta termuda. Ia sibuk mencoret-coret sebuah kertas dengan cat warna yang terbuat dari pewarna pakaian. Sementara saya ngobrol dengan penyelenggara acara dan mendapat ilmu baru tentang Batik Kering. Baru pertama kali lho saya dengar ada batik kering, padahal saya sendiri termasuk penggemar batik. Selama ini, proses pembuatan batik yang saya tahu ya cuman pakai canting dan lilin yang dipanaskan atau dibuat di pabrik dengan cara dicap. Pembuatan batik kering ternyata jauh lebih eco friendly, baik dari segi bahan maupun prosesnya.

Untuk menggantikan lilin, dibuat semacam pasta campuran dari bubuk asam dan lemak nabati. Bahan-bahan ini tidak perlu dipanaskan seperti liin, tetapi cukup ditumbuk halus sampai mencapai kekentalan yang dibutuhkan. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik, seperti krim untuk menghias kue, dan bisa langsung diaplikasikan pada kain. Setelah itu, proses pengeringannya cukup menggunakan hair dryer. Setelah kain digambar dengan campuran lemak nabati itu, barulah ia bisa diwarna dengan pewarna tekstil.

Semua prosesnya cukup aman dan nyaman dilakukan, bahkan oleh anak 2,5 tahun sekalipun. ๐Ÿ‘๐Ÿป Jadi deh kami pulang membawa oleh-oleh pasta lemak nabati, supaya bisa lanjut mainan batik kering lagi di rumah. Terima kasih Kakak-kakak Panitia yang baik hati! ๐Ÿงก

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda