Rizki Imayani 15 Mar 2020

Koki Keluarga, Ibu dari 2 Gadis Kecil

Cara yang Tepat Menghadapi Sibling Rivalry!

(0)
Bagikan:

MasyaAllah.. tabarakallah...
Kehadiran anak kedua tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Namun, jika jarak antara anak pertama dan kedua tidak terlalu jauh biasanya sering terjadi kondisi sibling rivalry.
Pernah dengar kata "Sibling Rivalry" Mom atau Dad? Itu tuh Mom Dads, perselisihan yang sering terjadi antara adik dan kakak. Kecemburuan yang kadang berbahaya untuk mendapat perhatian Mom dan Dad. Jadi, Sibling rivalry itu merupakan bentuk rasa iri sang kakak terhadap si adik. Hal ini mungkin saja terjadi karena kehadiran sang adik mendapatkan perhatian dari banyak orang, sehingga sang kakak merasa tersisihkan.
Apakah ada yang sudah sering merasakannya seperti saya? Hmm betul.. sibling rivalry disebabkan karena rasa jelous dari sang kakak. Bagaimana tidak? Si Kakak yang tadinya mendapat semuanya sampai seratus persen, sekarang kadang tidak sampai lima puluh persen saja bahkan terkadang tidak. Betul atau betul Mom? Hiks sedih yaaa... membayangkan menjadi diposisi si kakak.. Bagaimana tidak iri kalau yang tadinya dapat satu keseluruhan Mommies dan Daddies secara sempurna, sekarang harus ikhlas dan ridho mendapatkan 1/10 nya saja..
Sibling rivalry memang cukup sering terjadi kok Mom, terutama pada awal kelahiran si Adik. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian dan penanganan agar tidak semakin berlanjut. Jika terus dibiarkan maka dapat berkembang menjadi persaingan antar saudara yang tidak sehat hingga mereka beranjak remaja atau dewasa. Sibling rivalry juga dapat menyebabkan pertengkaran saudara. Wah naudzubillah yaa jangam sampe. Lalu bagaimana cara mengatasi hal ini?

Buat Si Kakak Tetap Merasa Penting
Cara mengatasi sibling rivalry berikutnya yaitu membuat si kakak tetap menjadi bagian penting dari keluarga:
  1. Libatkan si kakak dengan kegiatan si adik. Hal itu akan membuatnya merasa berharga. Lambat laut si kakak akan menyayangi adiknya (Mommies bisa mengajak kakak untuk mendampingi adiknya saat makan atau mandi atau kegiatan adiknya lainnya)
  2. Momies tau Daddies sering berdua melakukan quality time bersama si kakak
  3. Lakukan 90% kegiatan dirumah dengan si Kakak. Prioritaskan si Kakak meskipun si Adek juga membutuhkan perhatian yang sama
Berikan Perhatian Yang Sepadan
Memberikan perhatian yang sepadan terhadap kakak dan adik juga merupakan cara mengatasi sibling rivalry yang efektif. Hal ini dikarenakan masalah utama penyebab sibling rivalry adalah kecemburuan si kakak terhadap kehadiran si adik yang mendapat perhatian berlebih dari orang tua dan keluarga. Ketika si kakak merasa tetap diperhatikan meskipun si adik telah hadir, maka perasaan cemburu tersebut akan sedikit demi sedikit berkurang. Seperti misalnya: Saat Daddies/Mommies pulang kerja, atau pulang kerumah dari manapun, PERTAMA KALI yang HARUS DITEMUI, dicari, dipeluk dan dicium adalah si kakak. Dengan begitu dia tidak akan merasa tersisihkan

Meluangkan Waktu Bersama
Meluangkan waktu bersama antara orang tua, kakak, dan adik bisa menjadi cara mengatasi sibling rivalry yang efektif. Kebersamaan keluarga akan memberikan dampak psikologis yang positif kepada si kakak maupun si adik. Anda bisa membaca buku cerita bersama atau melakukan kegiatan bersama.

Pesan rahasia: KAMU ANAK FAVORIT MOMMIES/DADDIES
Suatu saat, ketika anak sedang bermain dan dalam kondisi happy. Panggil mereka untuk duduk berdua dengan anda. Peluk mereka. Dan bisikkan pesan rahasia ditelinganya: "kakak tau nggak? Kakak anak paling favorit Mom. Karena kakak anak masyaAllah paling baik, nurut, suka bantu mama". Katakan pesan rahasia tersebut ditelinganya dan dengan cara dibisikkan. Bilang kepadanya bahwa ini hanya rahasia Mom dengan dirinya saja. Tidak untuk diceritakan ke adek atau Dad. Kiddo akan menjalani hidup dengan super happy, mengetahui bahwa dirinya adalah anak favorit Mommies dan Daddies nya. Karena sejatinya, semua anak adalah anak favorit orangtuanya. Betul tidak Mom?

Berikan Penghargaan Jika Rukun
Jika anak-anak sudah beranjak usianya, saat mereka rukun, berikan penghargaan. Penghargaan yang diberikan bisa berupa pujian atau hadiah kecil misalnya dibuatkan makanan kesukaan atau dibelikan es krim. Penghargaan saat mereka rukun dapat memacu mereka untuk berusaha selalu rukun.

Bertutur Kata Yang Baik
Jangan membentak si Kakak karena perilaku sibling rivalry-nya, hal ini justru dapat meningkatkan kebencian atau kecemburuan pada si Adik. Orang tua bisa menasehati si Kakak dengan lemah lembut, tutur kata yang baik, dan dalam kondisi si Kakak tidak sedang marah atau cemburu.

Ajarkan Anak Menyampaikan Keinginan Dengan Baik
Anak juga perlu diajarkan untuk mengomunikasikan keinginan atau pendapatnya secara baik dan terbuka. Komunikasi yang efektif dapat mencegah terjadinya sibling rivalry karena jika anak bisa menyampaikan secara terbuka tentang keinginan dan perasaannya maka orang tua memahami apa yang harus dilakukan terhadap anak.

Ajarkan Anak Bekerja Sama
Mengajarkan anak untuk bekerja sama juga dapat mengatasi sibling rivalry pada anak. Orang tua bisa memberikan tugas seperti membereskan mainan yang harus dilakukan secara bersama-sama. Kebiasaan bekerja sama ini lambat laun akan mengikis sibling rivalry pada anak.

Meng"KALI"kan cinta
Nah Mom.. Dad...
Kalau Mommies memiliki anak lebih dari satu, cinta dan sayangnya jangan di bagi yaa.. tapi di kali. Jelaskan dan katakan kepada masing-masing anak dari hati ke hati. Katakan pada si Kakak bahwa dia memiliki satu cinta Mommies yang penuh utuh sempurna. Begitu juga dengan adik. Karena kalau dibagi, seiring bertambahnya jumlah anak, maka akan semakin mengecil porsi cinta dan kasih sayang kita dong? Daripada sibuk membagi, di kali saja. Sibling rivalry akan tetap ada, karna fitrah cemburunya manusia itu tadi. Tapi jika masing-masing tau bahwa mereka tidak perlu berebut cinta dan perhatian ayah dan ibu kan? Besarkan Kiddos dengan penuh kasih sayang yang utuh antara masing-masing anaknya Mom. Maka mereka akan belajar untuk saling mengasihi, kadang berkelahi itu menjadi bonding dan kenangan tersendiri.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda