Amidya Tri Agusti 26 Apr 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Mengenal Sharenting dan Risikonya Bagi Orangtua Milenials

(0)
Bagikan:

Halo Mommies dan Daddies , pernahkah Anda mendengar tentang Sharenting? Sharenting adalah gabungan dari dua kata yaitu “Share” dan “Parenting” yang artinya membagikan aktivitas Kiddos dan gaya pengasuhan kita melalui media sosial. Biasa juga disebut dengan “share about parenting.”

Tren Sharenting memang marak di kalangan orangtua milenials, akan tetapi kita pun perlu belajar juga risiko yang mengintai saat kita melakukan sharenting. Apa saja risikonya, yuk kita pelajari bersama.

1. Memungkinkan terjadinya digital kidnapping
Digital kidnapping adalah tindak kejahatan kepada anak yang dilakukan secara digital. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab di luar sana dapat mengambil atau mengunduh foto anak-anak kita di media sosial, lalu mereka mengklaim bahwa foto tersebut adalah anak mereka. Yang lebih menakutkan, foto tersebut dapat digunakan untuk jual beli bayi, hingga dapat terjadi penculikan anak secara nyata.

2. Membuat orangtua merasa tertekan
Banyaknya foto, video, serta rangkaian cerita (caption) dari orang tua lain yang menceritakan pencapaian anak mereka dapat membuat kita merasa tertekan dan menganggap anak kita tidak sebaik teman-teman sebayanya. Hal ini dapat membuat kita menjadi orangtua yang selalu membanding-bandingkan anak kita dan selalu merasa kurang dengan apa yang sudah dicapai oleh anak kita. Apabila hal ini berlangsung untuk jangka panjang, kita dapat merasakan kelelahan secara fisik dan psikologis.

3. Ancaman dari kaum pedofilia
Sangat penting bagi orangtua untuk memilih dan memilah foto-foto atau video anak yang akan dibagikan di media sosial, sebab hal itu dapat dimanfaatkan oleh kaum pedofilia. Foto dan video anak dapat diambil, kemudia diungguh di situs pornografi anak bahkan dibagikan di grup-grup secara maya. Hal ini pernah terjadi pula di Indonesia, di mana kaum pedofilia mengambil foto dan video anak dan membagikan di komunitas chatting mereka. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati saat hendak memposting foto anak, jangan memposting foto ketika anak sedang mandi atau saat anak saat menggunakan pakaian kurang sopan, karena bahaya di luar sana dapat mengintai keselamatan anak-anak kita.

4. Terancamnya privasi Kiddos
Setiap anak lahir dengan privasi yang harus dijaga oleh orangtuanya. Oleh sebab itu, kita pun jangan membagikan hal-hal yang dapat membuat anak merasa malu hingga mengancam privasinya. Kita tidak pernah tahu, suatu hari nanti saat mereka dewasa, mereka dapat melakukan protes kepada kita karena sikap kita yang kurang bijak. Jika Moms & Dads memiliki anak yang usia yang cukup besar, Anda bisa meminta ijin anak terlebih dahulu sebelum memposting.

Pada intinya mengenai Sharenting, to share or not to share terletak pada pribadi kita masing-masing sebagai orangtua. Bijaklah dalam memilih konten sebelum diunggah. Pikirkan pula perasaan anak kita tentang hal itu. Kepada seluruh pembaca yang ingin membagikan pengalamannya sehubungan dengan Sharenting dapat menuliskannya di kolom komentar ya. Selamat belajar untuk menjadi orang tua milenials yang handal dan bijak bagi kebaikan anak-anak kita. Semangat!!!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda