Amidya Tri Agusti 25 May 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Manfaat Diet Gawai Bagi Mommies

(0)
Bagikan:

Dalam satu hari, pernahkah tangan dan jari jemari kita lepas dari gawai? Atau, dalam sehari berapa jamkah kita berinteraksi digital dengan menggunakan gawai? Gawai atau gadget menjadi barang yang penting bagi manusia masa kini. Dalam sehari pun, rasanya kita minimal menyempatkan diri untuk melihat media chatting, jurnal berita online, dan memperbarui status. Akan tetapi, rasa-rasanya kita juga perlu melakukan diet media sosial atau seringkali disebut sebagai puasa media sosial. Diet Gawai adalah mengurangi pemakaian gawai dan up date media sosial. Dalam satu atau dua hari, tangan kita mungkin terasa gatal karena tidak memegang gawai. Namun nyatanya jika kita mau melakukan diet gawai ada juga manfaat yang akan kita dapatkan. Apa saja manfaat dari melakukan diet gawai?

1. Memberi waktu pada diri sendiri
Tidak kita sadari, mungkin waktu kita justru banyak kita habiskan dengan gawai di tangan kita, dengan melihat akun media sosial, membalas chat, memperbarui status, hingga segala hal yang bisa lakukan dengan gawai. Jika kita bertekad melakukan diet
media sosial, sebenarnya kita sedang memberi waktu pada diri sendiri. Tanpa gawai di tangan berjam-jam, kita bisa merawat diri sendiri seperti melakukan "me time" Melakukan relaksasi diri dan otak, sebab terkadang gawai seolah-olah membuat kita
sibuk, karenanya perlu juga kita melakukan relaksasi diri dan otak dengan berpuasa tidak memegang gawai dalam intensitas waktu yang lama.

2. Tidak mudah terpengaruh
Melalui gawai di tangan, kita mendapatkan banyak sekali ilmu pengetahuan, keterampilan, hingga berita (news) yang up to date. Hanya saja terkadang berita atau informasi yang kita terima belum terbukti kebenaran, dan di sisi lain kita sudah mempercayainya. Sering kali kita menjadi lebih percaya dengan sumber yang kita dapatkan dari berita online atau media sosial. Untuk itu, rasanya kita pun perlu melakukan diet gawai supaya kita me-refresh diri dan menjadi pribadi yang tidak terpengaruh.

3. Lebih produktif
Waktu sekian jam yang kita habiskan dengan gawai sesungguhnya dapat kita gunakan untuk melakukan berbagai kegiatan lain. Misalnya dalam sehari kita memegang gawai 3 atau 4 jam sehari, waktu ini dapat kita gunakan untuk membersihkan rumah, menata lemari pakaian, merapikan rak buku, memasak dan mencoba resep baru, membuat kue, atau melakukan hal-hal produktif lainnya. Dengan mengurangi bersentuhan dengan gawai, kita menjadi sosok yang lebih produktif dan bisa melakukan hal-hal positif yang ingin kita lakukan.

4. Membangun bounding dengan anak, keluarga, dan sahabat
Tanpa gawai di tangan, kita bisa juga menjalin bounding dengan anak, suami, keluarga besar, dan sahabat. Mungkin waktu berlalu begitu saja, dan kita keasyikkan dengan gawai kita. Karenanya cobalah berdiet gawai dan bangun kembali hubungan dengan keluarga dan sesama. Alih-alih memegang gawai, kita bisa mendongengkan Kiddos, membuat mainanan DIY untuk Kiddos, mengajak mereka bermain, sharing dan curhat dengan suami, bertemu dengan sahabat, atau mengunjungi keluarga. Menyenangkan bukan?

5. Menikmati hal-hal sederhana
Saat kita menikmati gawai dan serba-serbi di dalamnya, kita lama-lama bisa terbenam karenanya hingga lupa untuk menikmati hal-hal sederhana dalam hidup ini. Indahnya mengunjungi pasar tradisional, bermain lebih lama dengan anak, ngobrol dengan pasangan, hingga melakukan hal-hal lainnya yang dahulunya belum sempat kita lakukan.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda