Amidya Tri Agusti 17 Aug 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Kenali Apa itu IUGR, Penyebab, dan Risikonya pada Ibu Hamil

(0)
Bagikan:

Pernahkah Moms mendengar istilah IUGR sewaktu hamil? Atau pernah mengalami IUGR? IUGR adalah Intrauterine Growth Restrictions, suatu kondisi di mana janin tumbuh terhambat selama dalam kandungan. Kasus IUGR di Indonesia tergolong langka dan hanya beberapa Ibu Hamil saja yang mengalami ini. Kasus IUGR di Indonesia cukup rendah, yaitu kurang dari 150 kasus per tahun.

Apa penyebab IUGR pada Ibu Hamil?
  1. Kelainan plasenta
  2. Tekanan darah tinggi pada Ibu selama hamil
  3. Infeksi
  4. Ibu hamil dalam keadaan merokok dan mengonsumsi minuman alkohol.

Yang perlu kita ketahui bersama mengenai IUGR ini adalah janin tidak tumbuh sesuai dengan ukuran dan berat badan yang ideal selama kehamilan. Oleh karena itu, bayi dapat lahir dengan berat badan yang kurang. Akan tetapi, tidak semua bayi yang lahir dengan berat yang kurang itu mengalami IUGR.

Tandanya dari Ibu Hamil mengalami IUGR adalah:
  1. Berat badan ibu naik dengan banyak selama hamil, namun janin di dalam rahim beratnya tidak ideal
  2. Ibu memiliki tekanan darah tinggi selama hamil.
  3. Selama hamil ukuran perut Ibu lebih kecil.

Untuk itu selama memeriksakan kandungan secara rutin, Dokter Kandungan dan Ibu hamil harus selalu memantau berat lingkar kepala bayi dan berapa berat badan bayi setiap pemeriksaan rutin dengan melakukan USG.

Lalu apa saja risiko bagi Ibu hamil yang mengalami IUGR?
  1. Diabetes miletus yang tidak terkontrol
  2. Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  3. Preeklamsia
  4. Penyakit ginjal dan jantung
  5. Anemia
  6. Malnutrisi selama kehamilan
Apakah ada gejalanya ketika Ibu Hamil mengalami IUGR? Tidak ada. Tidak ada gejala pada Ibu hamil yang mengalami IUGR. Oleh karena itu, semua Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan. Sebab pemeriksaan rutin sangat baik bagi Ibu dan janin. Bagi Ibu, kita bisa mengetahui berat badan dan tekanan darah kita. Bagi janin, kita pun mengetahui pertumbuhan janin setiap kali kita memeriksakan rutin. Selain itu, Dokter Kandungan pun dapat menganalisis kenaikan berat badan Ibu selama hamil apakah berbanding positif dengan perkembangan janin. Apabila kenaikan berat badan sangat banyak, sementara bayi tidak berkembang beratnya, ada saran (advice) dari Dokter bagi kita. Sementara, apabila kenaikan berat badan sesuai dengan berat badan ideal janin, Dokter pun akan memberikan saran untuk selalu mengonsumsi makanan bernutrisi dan minum air putih dengan cukup.

Nah, demikianlah sedikit pengetahuan mengenai IUGR bagi para Ibu Hamil. Kiranya setiap Moms yang sedang hamil selalu sehat hingga hari melahirkan nanti. Semangat!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda