Amidya Tri Agusti 25 Sep 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

#HariKontrasepsi Kenali Empat Pertimbangan Memilih Alat Kontrasepsi

(0)
Bagikan:

Setiap tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia. Tujuan diperingatinya hari kontrasepsi adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dan mengupayakan generasi muda untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi.

Di Indonesia sendiri, menggunakan alat kontrasepsi dilakukan untuk menekan angka kelahiran. Oleh karena itu, pada masa Orde Baru pemerintah mengampanyekan program "Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera" dengan slogan yang sangat populer yaitu "Dua anak cukup" Lalu, bagaimana dengan keluarga milenial sekarang ini? Rupanya banyak pula keluarga milenial yang sependapat dengan hal ini, bahwa memiliki dua anak saja cukup. Maka dari itu, keluarga milenial lebih terbuka dengan memilih alat kontrasepsi dan memperhatikan kesehatan reproduksi dan seksual. Bagi orang tua milenial, apa saja yang menjadi pertimbangan kita saat memilih alat reproduksi? Kita pelajari bersama dalam uraian berikut ini:

1. Kenali tahapan kehidupan
Pertimbangan pertama yang perlu kita ketahui adalah mengetahui tahapan kehidupan kita. Apa itu tahapan kehidupan? Kita melihat berapa usia kita sekarang ini, apakah kita baru saja menikah dan sedang menunda untuk memiliki anak, ataukah kita telah menikah dan telah memiliki anak, ataukah kita bertujuan untuk tidak menambah momongan lagi. Oleh karena itu, bersama dengan pasangan kita bisa mempertimbangkan bersama alat kontrasepsi apa yang akan kita gunakan.

2. Kenali kondisi tubuh
Setelah mengetahui tahapan kehidupan kita, selanjutnya kita perlu mengenali kondisi tubuh kita, sebab alat kontrasepsi sendiri terbagi dalam dua hal yaitu alat kontrasepsi sebagai hormonal dan non-hormonal. Alat kontrasepsi hormonal, sistem kerjanya akan
mengganggu sistem kerja hormon sehingga dapat mengakibatkan kenaikan berat badan, sakit kepala, mual, hingga perubahan menstruasi. Sedangkan alat kontrasepsi non-hormonal tidak banyak efek yang ditimbulkan seperti pada alat kontrasepsi hormonal. Maka dari itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui kondisi tubuh kita sebelum memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi apa yang kita pilih.

3. Tentukan tujuan penggunaan kontrasepsi
Penggunaan alat kontrasepsi juga beragam, tergantung pada masing-masing pasangan. Apakah Moms & Dads ingin mengatur jarak kelahiran, atau memang tidak ingin menambah anak. Apabila kita ingin mengatur jarak kelahiran, kita bisa memilih alat kontrasepsi jangka pendek seperti Pil dan KB suntik, atau alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan. Apalagi kita sudah tidak ingin menambah anak, kita pun dapat memilih alat kontrasepsi permanen.

4. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan
Hal terakhir yang perlu kita ketahui sebelum memutuskan menggunakan alat kontrasepsi adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, bisa kepada Bidan (Doula) atau kepada Dokter Kandungan. Biasanya mereka dapat memberikan saran sesuai dengan apa yang kita konsultasikan. Selain itu, saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan kita dapat mengetahui berbagai jenis alat kontrasepsi yang dapat kita pilih dan dampaknya. Jadi kita pun akan diedukasi oleh ahlinya terlebih dahulu.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda