Putri Rizky Pramadhani 19 Oct 2019

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Belajar Ikhlas Memberi dari Cerita Sebuah Pohon

(0)
Bagikan:

Tak banyak buku anak bergambar yang bisa ‘memaksa’ saya merenung selepas menutup bukunya. Terlebih setelah berulang kali dibaca. Buku The Giving Tree karya Shel Silverstein ini salah satunya.

Tapi, jangan bayangkan buku ini sebagai buku anak yang meriah oleh ilustrasi ya Mom. Sebaliknya, The Giving Tree justru didominasi oleh gambar ala goresan pena hitam-putih; sesekali saja ia menghibur mata kita dengan warna merah yang tak seberapa. Pokoknya, jauh sekali dari tipikal buku anak yang banyak dicari dan sangat digemari pembaca masa kini.

Namun, meski ‘miskin’ ilustrasi, buat saya buku ini amat ‘kaya’ gagasan. Pertama kali terbit tahun 1964, buku ini berkisah tentang seorang anak laki-laki yang berteman dengan sebatang pohon. Mereka berdua saling menyayangi. Setiap hari, bocah cilik ini bermain dan menghabiskan waktu bersama si pohon; memanjat batangnya, berayun dari dahan-dahannya, mengumpulkan dedaunannya, memetik buahnya, sampai tertidur di bawah naungannya. Cinta sang pohon tak pernah berubah... cinta manusialah yang berganti rupa. Semakin si bocah dewasa, semakin banyak keinginannya. Semakin rumit definisinya tentang bahagia. Namun, sang pohon tetap setia menantinya. Memberi semua yang dia punya demi melihat teman kecilnya itu, yang kemudian menua, berbahagia.

Akhir kisahnya buat saya menyesakkan dada. Tapi, tak usah saya bocorkan di sini ya! Buku yang masuk "All-Time Bestselling Children's Books" versi Publishers Weekly dan nangkring juga di jajaran "Best Children's Books” versi Goodreads ini sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh penerbit Atria tahun 2014. Jadi Mom bisa baca bersama si Kiddo, dan berdiskusi berdua. Selamat berburu bukunya ya Mom! Kalau sudah baca, yuk bagikan kesan Mom dan si Kiddo tentang buku ini di kolom komentar!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda