Amidya Tri Agusti 15 Sep 2020

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Mengenal Kejang Febrile pada Anak

(0)
Bagikan:

Pernahkah Kiddos mengalami demam tinggi hingga akhirnya mengalami kejang? Tentu, saat Kiddos demam tinggi, orang tua sudah panik. Terlebih lagi apabila, disertai dengan kejang karena demam yang diderita. Tentu membuat orang tua lebih panik. Panik karena Kiddos kejang, demamnya yang terlalu tinggi, hingga panik harus berbuat apa saat Kiddos mengalami demam.

° Apa itu kejang febrile?
Kejang karena demam disebut dengan istilah kejang febrile (disebut juga kejang demam). Kejang febrile biasanya terjadi pada anak berusia 3 bulan hingga 3 tahun. Ketika seorang anak mengalami kejang febrile suhu badan bisa melebihi 39 derajat celcius. Akan tetapi, kasus terbanyak kejang febrile dialami oleh anak berusia 12 - 18 bulan.

Kejang febrile terjadi karena adanya infeksi yang menyebabkan lonjakan suhu tubuh. Kejang febrile mengalami ciri-ciri sebagai berikut:
  • Kejang febrile sederhana. Kejang yang terjadi dengan durasi beberapa detik hingga 15 menit. Kejang ini tidak akan kambuh dalam 24 jam, dan suhu tubuh pun tidak menentu.
  • Kejang febrile kompleks. Kejang yang terjadi lebih dari 15 menit dan dapat terjadi beberapa kali dalam 24 jam.
° Apa yang harus kita lakukan saat anak mengalami kejang?
  1. Letakkan anak di tempat yang aman. Jauhkan dari alat-alat berbahaya seperti kabel listrik dan barang-barang pecah belah.
  2. Baringkan anak dalam posisi miring. Sehingga makanan, minuman, muntahan, dan benda lain yang ada di dalam mulut anak dapat dimuntahkan keluar. Hal ini juga bertujuan supaya anak tidak tersedak.
  3. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak saat mereka kejang. Benda seperti sendok, kayu, ataupun jari orang tua jangan dimasukkan. Jangan pula memberi minum anak saat mereka demam. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko sumbatan pada jalan nafas apabila terjadi luka.
  4. Jangan berusaha menghentikan kejang yang sedang anak alami dengan paksa. Sebab tindakan menghentikan gerakan anak saat kejang dapat menyebabkan patah tulang.
  5. Amati hal-hal apa saja yang terjadi selama anak kejang. Sebab ini dapat kita laporkan ke dokter dan menjadi pertimbangan bagi dokter untuk mendiagnosa apa yang dialami anak. Ketika anak selesai kejang, langsung bawa ke Unit Gawat Darurat terdekat.
  6. Apabila sebelumnya anak pernah mengalami kejang febrile, Dokter biasanya akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama ketika anak kejang, obat dapat diberikan sesuai dengan instruksi Dokter.
Di sisi lain untuk menghindari kejang febrile, kita bisa melakukan tindakan antisipasi ketika anak mengalami demam yaitu dengan memberikan obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen. Sebab, kedua jenis obat tersebut dapat menurunkan demam. Langkah selanjutnya, ketika anak terlanjur mengalami kejang, apabila durasi kejang melebihi 15 menit maka kita perlu segera membawa anak ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda