Chitra Astriana 26 Oct 2019

Co-Founder Balita

Tips Mengajak si Kiddo ke Dokter Gigi

(0)
Bagikan:

Tidak ada usia yang paling pas untuk membawa anak ke dokter gigi pertama kali. Namun, sebagai gambaran, saat gigi anak-anak sudah tumbuh semua dan ia mulai makan makanan padat, maka sebaiknya giginya sudah mulai rutin diperiksakan supaya Mommies dan Daddies bisa mengantisipasi kerusakan gigi yang parah.

Kalau saya sendiri baru membawa anak ke dokter gigi pertama kali saat ia genap berusia dua tahun. Mengapa saya menunggu sampai dua tahun? Supaya saya bisa bercerita padanya terlebih dahulu tentang apa yang akan dialaminya di dokter gigi. Saat ia mencapai usia dua tahun, kemampuan komunikasinya mulai baik, sehingga saya mulai bisa mengajaknya mengobrol dan membangun pemahaman.

1. Cari Buku Cerita atau Film yang Bercerita tentang Dokter Gigi
Pertama-tama, saya cari dulu buku cerita dan video animasi yang bercerita tentang aktivitas pergi ke dokter gigi. Dari situ, mulai saya buka diskusi tentang dokter gigi dengannya. Setelah ia merasa tertarik dan penasaran dengan aktivias di dokter gigi itu, separuh usaha kita membawanya ke dokter gigi sudah selesai.

2. Riset Dokter Gigi Anak di Sekitar Mommies dan Daddies
Selanjutnya, saya mulai meriset dokter gigi anak yang ada di sekitar kami dengan cara browsing-browsing di internet dan tanya rekomendasi teman. Akhirnya saya menemukan klinik dokter gigi anak yang sangat kids friendly, ada mainan di tempat tunggu, dinding ruangan prakteknya berwarna-warni dan bergambar hewan-hewan lucu, dan dokter-dokternya pun sangat ramah dan sabar menghadapi anak-anak. Saya pun membawanya ke sana.

3. Tenang Saja saat hari H
Karena sebelumnya ia sudah punya referensi tentang dokter gigi dari film dan juga buku yang dibacanya, maka saat kami tiba di sana, ia pun mulai mencocokkan apa yang diingatnya dari cerita-cerita itu dan apa yang ada di lapangan. Ia mengenali kursi yang sama dan ia langsung berkesimpulan bahwa ia harus duduk di sana. Selanjutnya, ia pun mampu duduk diam selama proses pemeriksaan dan pembersihan giginya berlangsung.

Sepulang dari Dokter Gigi, saya tanya padanya "Suka nggak ke Dokter Gigi?", dan dengan tenang dia jawab "Suka." Ahhh.. syukurlah!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda