Amidya Tri Agusti 30 Mar 2021

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Mengenal Silent Treatment dan Bahayanya Jika Diterapkan kepada Anak

(0)
Bagikan:

Saat anak bersikap menjengkelkan, terkadang emosi orang tua tersulut dan bisa saja orang tua menghukum anak. Salah satu bentuk hukuman yang mungkin diberikan orang tua kepada anak adalah dengan cara mendiamkannya. Diam, sekarang kali bukan sebuah jawaban. Diam pun, tidak berarti adalah emas. Walaupun tidak berupa hukuman fisik, nyatanya mendiamkan anak justru memberikan bahaya yang cukup signifikan bagi anak itu sendiri.

Apa itu Silent Treatment?

Silent treatmen adalah sikap atau perilaku diam orang tua saat menghukum anak. Orang tua bersikap diam karena berpikir bahwa diam adalah salah satu bentuk hukuman yang tidak menyakiti anak.

Bagi beberapa orang tua, silent treatment dianggap tidak menyakiti anak, karena beberapa orang tua melakukan konsep bahwa hukuman yang menyakitkan adalah hukuman fisik. Akan tetapi, perlu kita ketahui bersama bahwa mendiamkan anak atas kesalahannya juga bukan tindakan yang benar. Bahkan beberapa Psikolog menganggap silent treatment merupakan bentuk melecehkan anak. Saat orang tua hanya diam, anak dapat semakin menangis dan mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Bahaya memberlakukan silent treatment kepada anak

Setelah mengetahui apa itu Silent Treatment, kita kenali juga ya bahaya memberlakukan silent treatment kepada anak:

1. Menjadikan anak tidak berdaya

Menurut Psikotherapis silent treatment merupakan hukuman yang kejam dan menjadikan anak tidak berdaya. Anak memang sering kali tidak taat dan tidak patuh, hingga membuat orang tua jengkel hingga harus memberi hukuman. Namun, mendiamkan anak bukan solusi yang tepat. Saat kita diam, anak justru menjadi pribadi yang tidak berdaya. Oleh karena itu, alih-alih diam, coba jelaskan baik-baik kepada anak dan redam emosi sebisa mungkin.

2. Bentuk pelecehan secara mental kepada anak

Bentuk pelecehan tidak sebatas bersikap fisik dan verbal. Tindakan non verbal dengan cara mendiamkan anak adalah bentuk pelecehan secara mental dan emosi kepada anak. Orang tua yang seharus menjadi pribadi yang harus memastikan anak-anak tumbuh dengan kondisi mental yang sehat, kadang kala justru membuat anak menanggung rasa bersalah tanpa ada penyelesaian yang tepat.

3. Timbul perasaan tertolak

Anak yang sering kali didiamkan oleh orang tuanya ketika tidak patuh, lama-lama dapat muncul perasaan tertolak. Mereka merasa orang tuanya tidak menyayanginya dan menghukum mereka dengan mendiamkan. Bahkan saat mereka mulai mendekat, masih ada saja orang tua yang bersikap diam. Maka dari itu, cuma peluk kembali si anak. Tanyakan perasaan mereka, ungkapkan kasih sayang kita dan jangan biarkan anak tumbuh dalam rasa tertolak yang amat dalam di dalam hatinya.

4. Anak tidak dapat merespons harus bagaimana

Saat orang tua diam, anak belum dapat merespons harus berbuat apa. Misalnya mereka berkata, "Mama, kakak minta maaf karena nakal." Sementara sang Mama masih diam dan tidak merespons si anak. Perilaku ini menyebabkan anak menjadi serba salah. Pemahaman mereka belum banyak mengenai cara pengelolaan emosi, sementara di satu sisi orang tua pun hanya bersikap diam.

5. Anak tumbuh dalam kecemasan dan ketakutan

Bahaya yang terbesar saat menerapkan silent treatment kepada anak adalah mereka dapat tumbuh dalam kecemasan dan ketakutan bahwa sampai mereka dewasa kelak. Sedikit saja mereka tidak taat, mereka dapat langsung cemas dan takut. Mereka memiliki memori dalam orang tuanya akan diam begitu mereka tidak taat dan patuh.

6. Meregangkan ikatan orang tua dan anak

Silent treatment juga dapat meregangkan hubungan orang tua dan anak. Ketika orang tua diam, anak justru dapat semakin menjauh dari orang tuanya karena mereka merasa tidak nyaman. Dampak jangka panjangnya, mereka menjadi pribadi tertutup dan enggan berbagi hidupnya dengan orang tua mereka sendiri.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda