Chitra Astriana 28 Oct 2019

Co-Founder Balita

Belajar Pentingnya Cuci Tangan dari Permainan Transfer Kuman

(0)
Bagikan:

Salah satu kebiasaan yang penting sekali dipunyai si Kiddo demi menjaga kesehatannya adalah cuci tangan. Saya perhatikan saat si Kiddo malas cuci tangan, ia jadi lebih rentan sakit karena tangan-tangan kecilnya itu sering sekali mampir ke mulut dan tentunya kuman dan bakteri jadi bebas masuk ke mulutnya. Untuk itu, saya berusaha membuat kegiatan cuci tangan menjadi menyenangkan buatnya. Sempat sih si Kiddo jadi ketagihan cuci tangan, yang berakhir dengan dia selalu berlama-lama di wastafel, menghabiskan sabun cuci tangan untuk berkali-kali membersihkan kedua tangan kecilnya. Akhirnya, kami pun mulai membatasi kegiatan cuci tangan itu. Sejak saat itu, dia jadi kurang bersemangat lagi cuci tangan.

Suatu hari, saya melihat satu postingan aktivitas dari salah satu Mommy Blogger yang saya ikuti, yang menurut saya jenius sekali. Aktivitas ini saya beri nama 'transfer kuman'. Ini bahan-bahan yang perlu disiapkan:
- 2 botol glitter yang berbeda warna
- satu mangkuk air
- sabun cuci tangan
- tissue kering

Idenya adalah memberikan analogi tentang bagaimana kuman bisa berpindah dari satu tangan ke tangan lain saat orang bersalaman dan betapa susahnya menghilangkan kuman itu, tanpa cuci tangan.

Jadi, pertama-tama kita tuangkan glitter ke tangan si Kiddo dan minta ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya sampai seluruh permukaannya terkena gillter. Lalu, tuangkan glitter dengan warna yang berbeda di tangan kita sendiri. Saat melakukan ini, kita bisa bercerita bahwa di tangan setiap orang itu ada kuman. Kuman si Kiddo warna orange, dan kuman Mama warna ungu, misalnya.

Lalu ajak si Kiddo bersalaman dan minta ia melihat tangannya setelah bersalaman. Ternyata, sebagian kuman Mama yang warnanya ungu sekarang sudah berpindah ke tangan si Kiddo, demikian juga sebaliknya. Di sini kita bisa bercerita bahwa ketika kita bersalaman dengan orang lain, maka kuman-kuman kita bisa saling bertukar. Sekarang masing-masing jadi punya dua jenis kuman.

Selanjutnya, ajak si Kiddo untuk mencoba membersihkan kuman-kuman itu dengan menggunakan tissue kering, hasilnya pasti akan susah sekali.

Terakhir, ajak dia untuk mencuci bersih tangannya dengan air dan sabun. Setelah semua kumannya bersih, Mommies dan Daddies bisa bercerita tentang pentingnya cuci tangan untuk mengusir kuman-kuman dari tangan.

Saya sudah mencobanya dengan si Kiddo dan rupanya pemahaman ini bisa sampai di kepalanya dan setiap kali saya mengingatkannya untuk mencuci tangan, saya akan menggunakan cerita transfer kuman ini. Sejauh ini, cerita ini masih melekat kuat di ingatannya dan masih efektif untuk membantunya membangun kebiasaan cuci tangan itu.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda