Amidya Tri Agusti 10 Jun 2021

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Kenali Lima Dasar dalam Memulai Bisnis Rumahan!

(0)
Bagikan:

Di masa sekarang ini, salah bidang ekonomi yang kian berkembang adalah bisnis rumahan. Didukung dengan teknologi informasi yang serba canggih, para Pasangan Suami Istri (Pasutri) dapat memulai bisnis mereka sendiri dari rumah. Dan, tak hayal, berbekal dari ide dan perencanaan yang matang, bisnis rumahan justru mampu berkembang dengan pesat, dan mampu menghidupi seluruh anggota keluarga. Banyak kisah-kisah Pasutri yang sukses dengan bisnis rumahan yang mereka gelut, dan tidak jarang pula mereka mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup untuk kategori bisnis rumahan. Apakah Moms & Dads di rumah tertarik untuk memulai bisnis rumahan? Sebelum mencoba, perhatikan lima dasar berikut saat hendak memulai bisnis rumahan.

1. Tentukan produk yang akan dijual

Sebelum memulai bisnis rumahan, hal pertama yang perlu kita pikirkan adalah produk apa yang akan kita jual. Kita pun dapat melihat tren masa kini dan apa yang menarik minat masyarakat. Apabila saat ini begitu populer kopi kekinian hingga kue kekinian, cobalah kreasikan produk baru dengan hasil modifikasi yang sekiranya dapat menarik minat masyarakat.

2. Visi dan misi bisnis yang jelas

Hal mendasar dari sebuah bisnis adalah perlunya visi dan misi yang jelas. Visi dan misi akan membantu kita dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Visi adalah mindset dasar dari usaha kita. Setelah itu, jabarkan dalam beberapa poin yang akan tertulis di bagian misi. Melalui visi dan misi yang jelas, kita dapat membuat rencana jangka panjang untuk bisnis kita.

3. Hitung modal dan persiapkan waktu memulainya

Bisnis tanpa adanya modal tidak akan bisa berjalan. Ibarat motor, modal berfungsi sebagai bahan bakar untuk menjalankan motor. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan modal yang cukup untuk memulai usaha. Modal bisa berasal dari tabungan pribadi, dana pensiun (bagi yang telah pensiun), warisan orang tua, pesangon dari tempat kerja, hingga dari pinjaman modal dari bank. Saat kita sudah menghitung berapa modal yang akan kita siapkan, selanjutnya kita perhitungkan waktu untuk memulainya. Sebagai contoh, saat kita hendak berbisnis kue kering, kita bisa memulainya bertepatan dengan hari raya. Sebab saat hari raya, banyak masyarakat yang berminat untuk membeli beraneka macam kue kering.

4. Persiapkan kebutuhan bisnis

Dalam berbisnis ada dua hal penting yang harus kita perhatikan. Pertama adalah Operasional. Kedua adalah Keuangan. Operasional berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan menjalankan usaha. Sedangkan keuangan berfokus pada hal keuangan. Jauh lebih baik apabila kita memiliki catatan/laporan keuangan saat menjalankan bisnis kita.

5. Pemasaran

Setelah segala sesuatunya sudah siap, langkah terakhir yang perlu kita kerjakan adalah melakukan pemasaran. Di zaman digital, kita bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk yang kita jual. Menurut data dari Sproutsocial, Facebook dan Instagram masih menjadi media sosial yang digunakan oleh para pebisnis untuk mempromosikan bisnisnya. Kita pun dapat memakai media sosial kita untuk memasarkan dan menarik minat pembeli untuk membeli produk yang kita jual.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda