Amidya Tri Agusti 07 Jul 2021

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Pedoman Isolasi Mandiri Apabila Kiddos Terpapar Covid-19

(0)
Bagikan:

Anak menjadi kalangan yang rentan terpapar Covid-19. Berdasarkan data dari Situs Resmi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Indonesia, sebanyak 12,6% anak-anak di Indonesia positif Covid-19.
Ketika anak-anak diketahui terpapar Covid-19, apabila dengan tanpa gejala hingga gejala ringan, maka isolasi mandiri (Isoman) dapat dilakukan di rumah dengan prosedur sebagai berikut:

1. Kenali Gejala yang Muncul

Saat Kiddos dinyatakan positif Covid-19 biasanya ada yang tak bergejala dan ada gejala yang muncul. Lalu, apa saja gejala Covid-19 yang sering muncul pada anak-anak?
- Demam
- Batuk
- Pilek
- Sakit kepala
- Mual/Muntah
- Diare
- Lemas
- Sesak nafas

Mommies & Daddies dapat mencatat gejala yang timbul, tapi usahakan jangan panik ya. Supaya Kiddos juga tetap tenang dan tidak takut menjalani masa isolasi mandiri.

2. Sediakan Alat Berikut ini di Rumah

- Termometer

Termometer kita gunakan untuk mengukur suhu badan Kiddos ketika mereka demam. Pastikan rutin mengukur suhu badan mereka, jangan sampe tiba-tiba terjadi demam tinggi pada Kiddos.

- Oxymeter

Oxymeter adalah alat pengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi. Menurut keterangan dari Healthline, Oxymeter adalah alat yang mampu memdeteksi tingkat oksigen di dalam darah seseorang tanpa orang tersebut merasakan sakit. Bagaimana cara menggunakannya? Kita cukup menempelkan pada jari tangan.

- Masker

Masker kita gunakan untuk melindungi hidung dan mulut kita. Sebab, biasanya virus dapat masuk melalui saluran pernapasan, yaitu hidung dan mulut. Karenanya, ketika saat isoman gunakan masker.

- Hand Sanitizer

Hand sanitizer kita gunakan untuk membersihkan tangan kita setelah memegang sesuatu, tujuannya tangan supaya bersih dari kuman. Apabila tidak ada hand sanitizer, kita bisa rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.

3. Sediakan Obat Berikut ini di Rumah

- Paracetamol

Saat Kiddos mengalami demam, kita bisa memberikan paracetamol sebagai obat penurun demam. Jangan lupa untuk baca aturan pakai ya.

- Zink

Zink diketahui bermanfaat untuk pertumbuhan sel dan menjaga metabolisme tubuh. Kekurangan zink akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

- Vitamin C

Vitamin C diketahui bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan memperbaiki jaringan dalam tubuh. Kita bisa memberikan Vitamin C berupa suplemen, tapi bisa juga berikan buah dan sayur yang mengandung vitamin C.

- Vitamin D3

Sama halnya dengan Vitamin C, Vitamin D3 bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh. Selain itu Vitamin D3 berperan dalam pencegahan dan terapi berbagai penyakit infeksi respiratorik seperti tuberkolosis dan influenza.

4. Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Ketika anak semakin lemas, banyak tidur, enggan beraktivitas, ada cekungan di dada, kejang, mata merah dan ruam, leher bengkak, Buang Air Kecil (BAK) berkurang, dan terjadi penurunan kesadaran, maka perlu membawa mereka ke Rumah Sakit.

5. Selesai Isolasi Mandiri

Umumnya gejala akan hilang setelah 14 hari. Akan jauh lebih baik, ketika anak sudah merasa sehat dan waktu isoman sudah berjalan selama 14 hari, kita bisa melakukan tes usap (swab) untuk memastikan hasilnya negatif, sehingga masa isoman dapat berakhir dan kita dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Nah, demikianlah pedoman isolasi mandiri apabila Kiddos terpapar Covid-19. Yuk, kita terapkan prokes lebih ketat dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker ketika keluar rumah, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sehat-sehat semua ya Sahabat Balita^^

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda