Amidya Tri Agusti 19 Dec 2021

Penulis Lepas, Pengajar, Full-time Mom, Ibu 1 anak

Hoarding Disorder dan Cara Mengatasinya

(0)
Bagikan:

Apakah Mommies dan Daddies memiliki "hobi" menyimpan barang-barang yang tidak terpakai hingga rumah atau kamarmu penuh sesak dengan barang-barang tersebut? Jika iya, kemungkinan besar Moms atau Dads tengah menderita hoarding disorder.

Hoarding disorder adalah perilaku menimbun barang-barang yang tidak terpakai karena barang-barang tersebut dianggap akan berguna di kemudian hari, bersejarah, dan memiliki nilai sentimental.

Hoarding disorder ditandai dengan beragam gejala. Berikut ini adalah tanda-tandanya:
- Sulit membuang barang-barang yang tidak dibutuhkan/tidak terpakai.
-Merasa resah saat membuang membuang barang, bahkan tersinggung bila timbunan barang miliknya dibersihkan atau dibuang.
- Curiga jika orang lain menyentuh barang miliknya.
- Terus menambah atau membeli barang dan menyimpan barang bekas yang tidak ia butuhkan.
- Cenderung perfeksionis, sulit memutuskan sesuatu, dan menunda-nunda.


Cara Mengatasi Hoarding Disorder

Apabila Mommies dan Daddies mengalami gejala dari hoarding disorder, kita bisa mencari bantuan dari dokter atau psikiater. Penangan dapat menjadi sulit bila hoarder (penderita hoarding disorder) merasa tidak butuh bantuan. Padahal perilaku ini sangat menyiksa penderitanya.

Selain meminta bantuan dari psikiater, kita bisa juga melakukan terapi kognitif yang berupa:
- Belajar memilah dan memutuskan barang mana yang disimpan atau dibuang.
- Memiliki paradigma bahwa tidak semua barang kita simpan itu berguna.
- Belajar menolak dorongan untuk menimbun lebih banyak barang.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda