Putri Rizky Pramadhani 10 Nov 2019

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Keikhlasan hati Si Stellaluna

(0)
Bagikan:

Sejak belajar memilih buku untuk si Kiddo, saya jadi punya beberapa buku yang saya harap bisa saya miliki sewaktu kecil. Buku berjudul Stellaluna ini salah satunya.


Judul yang kedengaran ‘stylish’ ini adalah nama seekor anak kelelawar. Dalam bahasa Latin, artinya Bintang dan Bulan. Ceritanya, Stellaluna yang malang terpisah dari ibunya lantaran mereka diserang burung hantu pada suatu malam. Bayi kelelawar yang lemah ini terjatuh dari gendongan ibunya, lalu tersangkut di sebuah sarang berisi tiga ekor anak burung.


Stellaluna yang belum mengerti apa-apa ini pun ‘terpaksa’ menjadi keluarga baru mereka. Mau tak mau, ia mesti beradaptasi dengan belajar menjadi seekor burung; melahap makanan ‘merayap’ yang dibawa mama burung meski tak suka, bertengger di atas dahan, dan tentu saja, melek di siang hari dan tidur di malam hari. Hanya satu kebiasaannya yang tak bisa ia lupakan: tidur dengan bergelantung.


Tapi, mama burung tak menyukai ini karena ketiga anaknya menirukan kebiasaan Stellaluna. Jadilah si codot kecil ini tidur dengan bergantung erat di dahan pohon, meski terasa amat tak nyaman baginya!


Hingga suatu malam, polah anehnya ini menarik perhatian seekor kelelawar lain, dan kelelawar-kelelawar lainnya. Sampai kemudian datanglah mama Stellaluna. Hore! Keikhlasan si kelelawar malang ini berbuah manis. Ia ‘dipertemukan’ lagi dengan keluarganya, dan tak perlu lagi makan serangga selamanya!


Saya menyukai semua bagian di buku karya Janell Cannon ini. Tak hanya ceritanya, tapi juga ilustrasinya. Namun, yang terfavorit adalah saat Stellaluna mengunjungi sahabat-sahabat burungnya lagi, mengajak mereka terbang pada malam hari. Setelahnya, mereka saling berpelukan sambil mengungkapkan sebuah kutipan yang melambungkan pamor buku ini: “How can we be so different and feel so much alike? And how can we feel so different and be so much alike?”


A very ‘touchy’ book indeed! Buat saya, buku seperti ini sangat hidup. Makna yang diajarkannya amat dalam, tapi tak dilolohkan begitu saja oleh si penulis. Pembaca mesti mencernanya sendiri, menciptakan kesan personalnya sendiri, sehingga membaca buku semacam ini tak pernah terasa bak dikuliahi. A very recommended book for any Kiddos at home!.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda