Rizki Imayani 05 Jan 2020

Koki Keluarga, Ibu dari 2 Gadis Kecil

Riangnya Hati Kiddo Memanen Terong yang Mulai Menjuntai

(0)
Bagikan:

Kiddos.. ohh Kiddos. Permasalahan sibling rivalry memang serasa tidak pernah usai dan tidak ada ujungnya ya saya? Dari pagi ke malam hingga ke pagi lagi. Hahaha. Lucu dan gemess yaa kadang. Meski pada saat mau tidur mereka juga endingnya sayang-sayangan seolah-olah kejadian berantemnya mereka seharian tidak pernah terjadi.

Nah daripada si kakak ribut ngusilin si adek, begitu juga sebaliknya. Saya pun akhirnya mulai mengalihkan dan menyibukkan si kakak dengan berbagai kegiatannya. "Hari ini kita mau ngapain ya kak?" Tanya saya pada si Sulung. "Bunda, kita petik terong aja yukk tuh udah gede banget terongnyaa". "yuk", Sahut saya ikut girang. Karena berkebun menjadi salah satu kesibukan kami sekarang. Dengan melihat kebun hijau, harum, penuh bunga maupun sayur mayur yang mulai berbunga bahkan berbuah, menjadi healing therapy tersendiri buat kami. Relax... Tak jarang kami tersenyum bahagia dan bersyukur melihatnya.

Saya pun mulai mengajak si Kiddo ke dalam rumah mengambil gunting untuk menggunting terong, dan wadah untuk tempat terong yang sudah digunting nantinya. Ketika kembali ke kebun, Kiddo mulai menghitung banyaknya buah terong yang sedang berbuah. Disini Kiddo saya ajari nalurinya untuk menghitung dan merawat buah terong yang sedang menjuntai agar tidak busuk nantinya. Total kurang lebih ada 5 buah terong yang sedang berbuah di pohon terong yang berbeda-beda. Kiddo pun meminta ijin saya, menanyakan terong mana saja yang bisa dipetik. Saya memberitahu Kiddo bahwa terong terbesarlah yang boleh dipetik.

Kiddo merengek meminta kepada saya untuk memetik semuanya. Hahaha. Reaksi rengekan Kiddo tersebut sudah saya duga. Tapi saya segera menyadarkan Kiddo. Saya menjelaskan pada Kiddo, bahwa terong yang lainnya masih terong kecil..masih belum tua dan besar. Kiddo pun spontan berkata "oh..masih bayi ya bunda...? Kasian ya kalau dipetik..?" Saya tersenyum lega "betul nak..." tambah senyum saya lagi di akhir jawabanya. Ingin rasanya tergelak tawa saya mendengar jawaban reaksi Kiddo, tapi tentunya harus saya tahan agar Kiddo mengerti. Syukurlah.. Akhirnya kamu mengerti juga nak.

Kiddo menunjuk terong yang akan dipotong "ini kan bunda?" "Betul..." jawab saya. Saya meminta Kiddo untuk jongkok ketika akan memetik terongnya, dan menggunakan guntingnya untuk memotong. Kiddo reflex menggunakan wadah tadi untuk menadahi terong agar tidak jatuh. Dengan sekuat tenaganya Kiddo memotong terong itu. Saya melihatnya saja. Ingin Kiddo berusaha semampunya dulu sampai bisa. Hingga akhirnya.. klak! batang terong itu pun putus. Terong itu masuk ke dalam wadah yang Kiddo bawa.

"Yeaaayyyyyyy kakak bisaa bundaaaa...!!!" Teriaknya girang. "Yeaaay alhamdulillahh" saya pun tak kalah girangnya dengan si Kiddo. Hahahaha. Lumayanlah.. terongnya bisa saya masak terong crispy. Kiddo membawa terongnya dengan gembira. Sebelum membawanya masuk rumah, tidak lupa si Kiddo saya minta untuk berbicara kalimat-kalimat positif pada tumbuhan-tumbuhannya. Si Kiddo pun berbisik sembari mengelus-elus pohon-pohon terongnya, "hai terong.. makasih ya terong, sudah berbuah buat kakak..Terimakasih ya Allah sudah kasih kakak pohon terong yang berbuah banyak...". Senyum saya langsung merekah mendengarnya. Ahhh masyaAllah bahagianyaa hati ini mendengarkan lantunan syukur yang terucap dari bibir mungil si Kiddo ini. Bahagia itu sungguh sederhana ya. Dengan mengajak Kiddo bersatu dengan alam, membuatnya semakin menyadari bahwa alam harus dirawat demi keberlangsungan hidup manusia juga.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda