Rizki Imayani 08 Dec 2019

Koki Keluarga, Ibu dari 2 Gadis Kecil

Berkebun Bersama: Menghitung Tomat yang Berbuah Banyak di Kebun Rumah

(0)
Bagikan:

Pagi ini ceraah sekali. Kami mengajak Kiddo jalan-jalan pagi keluar rumah untuk berjemur karena mereka sedang pilek. Iseng saya melirik pohon-pohon tomat yang posisinya paling terdepan dari teras kami. Wah ternyata pohon-pohon tomat tersebut berbuah banyaak sekali.

Langsung saja terbetik ide dibenak saya sembari berkata kepada Kiddo, "Kakakk.. MasyaAllah tomatnya berbuah banyak banget nih.. coba dihitung yuk berapa banyak buahnya". Si kiddo pun langsung menyahut "Yukk...!".

Dengan hati riang gembira ia mulai menghitung satu demi satu buah tomat di setiap pohonnya. Ternyata ada banyaak sekali tomat yang sedang berbuah. Satu pohon ada yang tumbuh sepuluh buah, ada yang dua puluh buah. Sambil memutari satu persatu pohon tomat, tiba-tiba Kiddo menemukan bahwa ada satu buah tomat yang berwarna orange matang. Kiddo pun meminta ijin kepada saya untuk memetiknya. Saya pun meng-iyakan inisiatifnya. Saat Kiddo memegang tomat tersebut, diputar-putarnya buah tomat tersebut seperti memeriksa dengan detail. Kiddo langsung cemberut. Ternyata buah tomat orange yang ia pegang tadi busuk.

Saya pun langsung menghampirinya. "Kenapa, Kak?". Kiddo menjawab, "Yahh bunda.. ternyata buahnya busuk..". Tidak menunggu lama langsung saya hampiri Kiddo yang sedang kecewa itu. Saya pun memeluknya dan jongkok.

"Gapapa nak... ini masih bisa dipake.." senyum saya. "Oiya bunda? Buat apa bunda?" Tanyanya. "Buat kompos nak..." sahut saya. Saya pun langsung menjelaskan soal pupuk kompos. Pupuk yang organik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mati, daun-daun, bunga-bunga, maupun buah yang jatuh, dengan cara ditimbun dengan tanah. Bahkan cara termudah membuat kompos adalah diletakkan diatas tanah begitu saja.

"Yuk, coba kakak lempar buah tomat busuknya ke tanah. Nanti lama-lama buah itu akan kering kena panas, hancur kena hujan.. nyampur jadi satu di tanah trus dimakan cacing. Jadi tanahnya subur banget deh.. tumbuhan-tumbuhan kakak makin tumbuh subur, buahnya makin banyak..". Kiddo mendengarkan ceramah penjelasan saya dengan seksama.

Tak menunggu lama, saya pun meminta si kiddo untuk melempar buah tomat yang busuk tadi. Dilemparnya tomat itu dengan gembira. "Semoga jadi pupuk kompos ya bunda.. jadi nanti tanah sama tumbuhan kakak tambah subur ya bunda...". Senyumnya penuh harap. "Iyaa nak.. aaamiinn..." jawab saya sambil memeluk erat si Kiddo. Tak lupa, selalu saya sisipi ilmu syukur untuknya. Saya minta dia untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, karena Tuhan sudah baiik sekali sudah menumbuhkan banyak sekali buah di setiap pohonnya.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda