Putri Rizky Pramadhani 30 Nov 2019

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Jadi Berbeda seperti Ferdinand? Boleh!

(0)
Bagikan:

Sebagai orangtua, kita mengemban amanat besar untuk mengantarkan si Kiddo mengenali dunia di luar sana yang penuh dengan tantangan. Bagaimana caranya agar dia mengerti sementara sel-sel di kepalanya juga masih belajar bertautan?

Memperkenalkan nilai-nilai kehidupan kepada balita seringkali terasa sulit luar biasa ya, Mom. Daripada menceramahi si Kiddo hingga mulut berbusa, barangkali lebih asyik jika tugas ini kita delegasikan ke buku cerita yang bermutu hidup alias living book. Misalnya, jika ingin si Kiddo berani tampil berbeda, menjadi diri sendiri apa adanya, Mommies bisa coba membacakan buku The Story of Ferdinand karangan Munro Leaf.

Buku anak-anak ini terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1936. Dua tahun kemudian, angka penjualan Ferdinand telah melangkahi Gone with the Wind dan menjadi number one best seller di Amerika Serikat. Hingga kini, buku ini sudah diterjemahkan ke lebih dari 60 bahasa di seluruh dunia dan masih terus dicetak ulang. Timeless classic!

The Story of Ferdinand berkisah tentang seekor banteng bernama Ferdinand yang tinggal di sebuah padang rumput di Spanyol. Teman-teman Ferdinand sangat gemar berlari, melompat, juga adu tanduk. Tapi, tidak demikian dengan Ferdinand. Sejak kecil, dia lebih suka duduk di bawah sebatang pohon ek sambil menikmati aroma bunga-bungaan. Ibunya sampai khawatir dia bakal kesepian. Tapi ternyata, itulah yang memang lebih disukai Ferdinand dan membuatnya bahagia.

Ketika banteng-banteng lain tumbuh dewasa dengan mimpi untuk berlaga di pertarungan banteng di Madrid, Ferdinand tetap cool dan memilih dikelilingi bunga-bunga.

Suatu hari, datanglah lima orang pria ke padang rumput. Mereka bermaksud memilih satu banteng terliar untuk dibawa ke Madrid. Sontak semua teman Ferdinand unjuk gigi. Hanya Ferdinand yang asyik sendiri bersama bunga-bunganya, hingga ia tak menyadari telah menduduki seekor lebah. Disengatlah pantatnya, dan berlarilah ia sambil mendengus-dengus dan menghentak-hentak kesakitan bak banteng gila. Kontan saja aksinya ini menarik perhatian kelima pria tadi, dan Ferdinand si penggemar bunga itu langsung dianggap paling layak untuk diboyong ke Madrid!

Ketika hari pertarungan tiba, semua penonton bersorak menyambut Ferdinand. Tapi apa yang terjadi, Ferdinand justru terpukau oleh bunga-bungaan yang tersemat di rambut para penonton perempuan. Jadilah ia duduk di tengah-tengah arena untuk menikmatinya! Semua kecewa, dan Ferdinand pun dipulangkan lagi ke padang rumput tempat tinggalnya. Ke tempat di mana ia bisa duduk di bawah pohon ek kesayangannya sambil menikmati bunga-bungaan dan merasa sangat bahagia.

Lucu ya, Mom! Dengan kisah yang menarik ini, semoga si Kiddo bisa lebih mudah menangkap hikmah yang terkandung di dalamnya. Bahwa menjadi berbeda itu sah-sah saja karena setiap individu terlahir ke dunia sebagai pribadi unik nan istimewa. Have a nice bedtime routine, Mom!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda