Putri Rizky Pramadhani 16 Dec 2019

Penulis Lepas, Ibu 1 Anak

Sepeda Batita, Tricycle atau Balance Bike?

(0)
Bagikan:

Ketika anak saya berusia sekitar 2 tahun, saya gamang sekali; apakah ia sebaiknya diberi sepeda roda tiga alias tricycle atau balance bike, sepeda roda dua tanpa kayuh untuk melatih keseimbangan.

Di komplek perumahan kami, hampir semua batita memakai tricycle. Atau, sepeda roda empat. Maksudnya, sepeda roda dua dengan roda bantu. Namun setelah berdiskusi bersama Daddy, akhirnya kami putuskan untuk memberinya balance bike saja alih-alih sepeda roda tiga saat ia menginjak usia 2,5 tahun.

Pertimbangan pertama kami, si kecil sudah mahir sekali mengendarai ride-on car miliknya. Karena itu, kami pikir, tak ada salahnya menaikkan tingkat kesulitan bermainnya, melatih skill motoriknya, ketimbang mempermudahnya dengan sepeda roda tiga. Lalu, soal uang. Harga balance bike memang bisa berkali-kali lipat dari tricycle. Tapi kami pikir, ini sesungguhnya semacam investasi karena nantinya kami tak perlu habis tenaga untuk mengajarinya sepeda roda dua.

Dari yang saya baca, balance bike memang merupakan ‘pengantar’ menuju sepeda roda dua. Jadi ketika balance bike sudah dikuasai, si Kiddo tinggal mengasah kemampuan mengayuhnya, yang biasanya akan dimiliki anak saat ia berusia di atas 3 tahun. Setelah itu, si Kiddo bisa ‘naik kelas’ menjajal sepeda roda dua tanpa roda bantu tambahan karena keseimbangannya sudah terlatih baik.

Di hari-hari awal berlatih, tidak hanya si kecil yang kehendaknya diuji; jatuh tersuruk hingga gigi patah, terjerembab sampai luka-luka, dan sebagainya. Kehendak kami sebagai pendidik pun turut dicoba. Melihat si kecil berdarah-darah, tentu saja menerbitkan rasa iba, lalu muncul keinginan untuk menyimpan saja balance bike dan menggantinya dengan tricycle yang lebih mudah, dan aman. Tapi, kami sangat bersyukur, semangat si kecil menguatkan kami. Ia mau terus mencoba, dan pada akhirnya kami terdorong menegarkan diri mendampinginya. Termasuk menebalkan telinga untuk tak mendengarkan apa kata tetangga.

Tak lama, si kecil sudah kelihatan lancar mengendarai balance bike. Wah, senang sekali! Dan minggu lalu, di usia 3 tahun 4 bulan, si kecil kami belikan sepeda roda dua. Tanpa roda bantu. Dan dalam percobaan pertama menjajalnya di lapangan, puji syukur ia langsung bisa!

Dari sini, saya belajar bahwa hasil tak akan mengkhianati usaha. Dan usaha perlu dipertebal pula dengan keyakinan. Yakin ini baik untuk tumbuh kembang buah hati tercinta. Bukan untuk menggegas pencapaian, bukan pula untuk adu lekas kemampuan anak, apalagi memuaskan ego orang tua.

Yakin, Tuhan akan memampukan dan melindungi hamba-Nya!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda