Marantina Napitu 16 Nov 2019

Analis Finansial Keluarga

Bagaimana Caranya Investasi Seratus Ribuan per Bulan?

(0)
Bagikan:

Banyak orang merasa pusing mendengar kata "investasi". Tidak sedikit pula yang tertarik berinvestasi tapi tidak tahu harus memulai dari mana dan bagaimana mengelolanya. Belajar investasi bagaikan belajar naik sepeda atau mengendarai mobil. Mommies Daddies baru akan merasakan sensasi sesungguhnya dari pengalaman atau praktik langsung. Namun tentu saja, Mommies Daddies juga harus hati-hati karena semua instrumen investasi punya risiko.

Untuk mendapatkan pengalaman investasi, Mommies Daddies bisa menyisihkan Rp 100 ribu saja per bulan. Dari situ, Mommies Daddies akan melihat bagaimana pergerakan nilai uang yang diinvestasikan. Kemudian, Mommies Daddies semakin paham seluk beluk investasi dan mengenal karakter pribadi sebagai investor.

Dengan uang segitu, instrumen investasi apa saja yang Mommies Daddies bisa pilih? Berikut opsinya:

1. Reksa dana
Banyak investor pemula memilih reksa dana untuk berinvestasi. Instrumen ini memang paling tepat untuk memulai investasi lantaran risikonya tergolong kecil. Selain itu, Mommies Daddies juga bisa memulai dengan modal yang mini, bahkan dari Rp 100.000 saja.

Dengan menyetor uang segitu, Mommies Daddies berhak mendapatkan laporan investasi dari manajer investasi. Uang Mommies Daddies akan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman.

Berikut beberapa jenis investasi reksa dana berdasarkan tingkat risikonya, dimulai yang terendah sampai tertinggi yaitu: Reksa dana Pasar Uang, Reksa dana Terproteksi, Reksa dana Pendapatan Tetap, Reksa dana Campuran, serta Reksa dana Saham. Pemilihan jenis reksa dana tergantung dari profil risiko Mommies Daddies. Apabila Mommies Daddies ingin investasi dengan risiko rendah, maka bisa memilih reksa dana pasar uang. Sebaliknya, bila Mommies Daddies ingin yang imbal hasil tinggi dengan risiko tinggi pula, maka bisa pilih reksa dana saham.

2. Emas
Ini jenis investasi yang sudah ada sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita suka dengan investasi emas karena harganya dipercaya selalu naik dan banyak manfaatnya. Nah sekarang, Mommies Daddies tidak perlu langsung mengeluarkan banyak uang saat
membeli emas. Ada opsi untuk menyicil emas saat ini. Namun harus diperhatikan ya, cicil emas di perusahaan yang diawasi Orientasi Jasa Keuangan (OJK).

Imbal hasil dari logam mulia seperti emas umumnya mengalahkan tingkat inflasi. Akan tetapi, Mommies Daddies juga harus paham bahwa investasi tidak begitu likuid. Artinya, saat ingin menjual emas kembali, Mommies Daddies harus perhatikan harga supaya bisa meraup keuntungan.

3. Peer-to-peer lending
Instrumen investasi ini tergolong baru. Kemajuan teknologi finansial memungkinkan Mommies Daddies jadi investor hanya dengan beberapa klik. Berinvestasi di P2P lending dilakukan dalam bentuk pemberian pinjaman kepada pihak lain yang biasanya berupa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai imbal hasilnya, pemberi pinjaman atau umum disebut juga lender berhak mendapatkan bunga pinjaman.

Untuk memulai investasi di P2P lending, Mommies Daddies bisa mulai dengan Rp. 100,000 saja secara online. Siapa pun dan dimana pun, setiap orang dapat memulai alternatif investasi ini. Karena rendahnya biaya memulai, maka alternatif investasi ini juga bisa sebagai sarana diversifikasi investor yang sudah berpengalaman.

Jadi, ternyata tidak perlu menyiapkan dana terlalu besar ya untuk memulai berinvesasi? Yuk, dicoba!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda