Astrid RS Wiratna 05 Dec 2019

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Membiasakan Anak Menjaga Tubuhnya

(0)
Bagikan:

Mengenalkan konsep privasi dan area tubuh pribadi perlu dilakukan sejak dini supaya anak terbiasa untuk menghargai tubuhnya sendiri dan pada akhirnya bisa menjauhkannya dari resiko menjadi korban pelecehan seksual. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah orang tua yang berjenis kelamin sama yang membantu memandikan atau membersihkan area pribadi si Anak. Namun, hal ini tidak selalu mungkin untuk dilakukan. Pada beberapa kesempatan, terkadang anak hanya ditemani oleh sosok yang berbeda jenis kelamin dengannya, misalnya saat seorang anak perempuan sedang berdua dengan ayahnya di rumah. Lalu bagaimana menyiasati hal ini?

Jika di rumah ada sosok yang berjenis kelamin sama, misalnya nenek si Anak atau asisten rumah tangga, maka tugas itu bisa dipindah alihkan ke mereka. Jika pilihan ini yang akan dijalani, maka pada awalnya si Ayah perlu untuk mengawasi terlebih dahulu untuk memastikan orang lain yang diserahi tanggung jawab itu dapat melakukannya sesuai dengan standar yang diharapkan.

Namun, jika benar-benar tidak ada orang lain di rumah, maka sebelum Anda akan memandikan atau membantu si Kecil untuk membersihkan area pribadinya, sampaikan maaf dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh si Anak, misalnya: “Ibu sedang tidak ada, di rumah hanya ada Bapak, jadi maaf ya anakku sayang, Bapak yang harus memandikan dan membersihkan kamu. Kita akan melakukannya dengan cepat".

Kenapa minta maaf ini perlu untuk dilakukan? Permintaan maaf ini untuk mengembangkan kesadaran pada si Anak bahwa bagian tubuhnya yang tertutup adalah area privat yang seharusnya hanya boleh disentuh oleh ibu atau pengasuhnya yang sesama jenis. Tetapi dalam keadaan darurat, karena ibu tidak ada, bapak juga bisa membantu. Dalam diskusi dengan si Anak selanjutnya bisa disampaikan satu tokoh lain yang bisa menyentuh area privat anak, yaitu dokter.

Dengan melatih diri kita sendiri untuk memperlakukan anak dan tubuh anak kita dengan hormat, maka kita pun telah melatihnya untuk menghargai tubuhnya dan menyadari privasinya.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda