Marantina Napitu 25 Nov 2019

Analis Finansial Keluarga

Simpan Dana Darurat Sekarang Juga!

(0)
Bagikan:

Audrey dan Ricky mengaku kapok. Mereka berjanji takkan lagi menunda untuk mengumpulkan dan menyimpan dana darurat. Mengapa?

Rupanya, perusahaan tempat Ricky bekerja tiba-tiba memberhentikan operasional kantor. Ada masalah internal yang membuat para pemegang saham memutuskan untuk melakukan PHK terhadap ratusan karyawan. Ricky tak terkecuali.

Sementara itu, penyakit lama Audrey kambuh. Kali ini, saking mengganggu, Audrey memutuskan untuk rehat dari pekerjaan setidaknya selama dua bulan untuk menjalani pengobatan dan pemulihan.

Tak pelak lagi, keduanya tiba-tiba tidak punya penghasilan. Padahal di saat yang sama, putra semata wayang mereka harus pindah sekolah karena kejadian tidak mengenakkan di sekolah sebelumnya.

Kejadian bertubi-tubi ini menguras pikiran seluruh anggota keluarga. Selain itu, kondisi finansial pun terusik. Bayangkan saja, dari yang sebelumnya punya penghasilan rutin, sekarang mereka bergantung pada uang pesangon Ricky yang perlahan-lahan menipis. & "Coba kalau ada dana darurat, mungkin kami tak sepusing ini" ujar Audrey.

Pasangan ini tidak sendiri. Banyak keluarga menganggap sepele dana darurat. Memang, dana darurat baru dibutuhkan saat kondisi darurat terjadi. Namun, dana tersebut harus dimiliki sebelum kondisi darurat muncul.

Para ahli perencana keuangan merumuskan bagi Mommies Daddies yang telah berkeluarga dan punya dua atau tiga anak setidaknya perlu memiliki dana darurat yang sebesar 9-12 kali pengeluaran rutin bulanan. Ini angka yang aman. Kalau mau lebih tentu jadi lebih aman.

Lantas, perlu diingat juga bahwa dana darurat harus disimpan di tempat yang memiliki likuiditas tinggi. Artinya, di tempat yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan tunai dengan cepat. Misalnya tabungan atau deposito di bank. Kalau masih bingung tentang langkah mengumpulkan dana darurat, simak tips berikut

Mulai aja dulu
Ini seperti tagline toko online. Tagline ini ampuh supaya Mommies dan Daddies tidak menunda mengumpulkan dana darurat. Mulai dari nominal kecil, tapi tetapkan target. Misalnya, Mommies Daddies mau dana darurat terkumpul selama enam bulan atau setahun. Bagikan saja nominal dana darurat yang dibutuhkan dengan lama menabung, lalu Mommies Daddies bisa tahu berapa banyak yang butuh disimpan demi mencapai dana tersebut. Kalau tidak dimulai, kemungkinan besar dana darurat tidak akan pernah terkumpul. Kecuali Mommies Daddies dapat rezeki nomplok yang besarnya sesuai dengan dana darurat yang dibutuhkan.

Simpan di bank
Bank punya layanan autodebet yang memudahkan Mommies Daddies untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening khusus dana darurat. Selain itu, Mommies Daddies bisa menarik dana kapan pun dan di mana pun saat dibutuhkan. Apalagi sekarang, mengambil uang tidak harus lewat ATM, tapi bisa melalui akses mobile banking maupun internet banking. Dus, ketika kondisi benar-benar mendesak, Mommies Daddies bisa dengan mudah menarik dana darurat. Selain tabungan, ada deposito yang bisa menyelamatkan saat kondisi darurat. Dengan deposito, selain menyimpan uang, Mommies Daddies sekaligus berinvestasi. Supaya aman, lebih baik pilih jangka waktu deposito yang pendek yaitu satu atau tiga bulan. Pasalnya, jika Mommies Daddies mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo, maka ada denda alias penalti yang dikenakan bank. Semoga Mommies Daddies tidak perlu mengalami kejadian yang sama dengan Audrey dan Ricky.

Untuk itu, segerakan kumpul dana darurat, ya!

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda