Marantina Napitu 11 Dec 2019

Analis Finansial Keluarga

Bingung Mengatur Keuangan? Mulai dengan 5 Langkah Mudah Ini

(0)
Bagikan:

Masih banyak kebingungan bagaimana memulai untuk mengatur atau merencanakan keuangan? Hal ini wajar karena sebagian banyak orang masih terlena dengan prinsip hidup "mengalir seperti air" ditambah dengan gaya hidup konsumtif. Akan tetapi, prinsip dan gaya hidup seperti itu tidak jarang menimbulkan masalah keuangan yang lebih besar lagi. Pasalnya, kita hidup di dunia yang tidak menentu. Mungkin sekarang semua kebutuhan Mommies Daddies tercukupi dari penghasilan bulanan. Tapi, belum tentu hal itu berlaku bulan depan atau tahun depan. Nah, daripada terus-menerus bingung, Mommies Daddies bisa mulai dengan lima langkah sederhana. Saking sederhananya, kelewatan apabila Mommies Daddies tidak bisa melakukannya. Setelah dipraktekkan, dijamin hidup jadi tenang karena keuangan terencana dengan baik.

Lunasi hutang tepat waktu
Siapa sih yang suka berhutang? Pastinya tidak ada, ya, Mommies Daddies. Kalau ada hutang yang belum dibayar tuh hidup rasanya tidak tenang. Tidur bisa-bisa tidak nyenyak karena bayangan hutang. Makanya, prioritaskan melunasi hutang setiap kali gaji masuk ke rekening. Yang dimaksud hutang termasuk cicilan kartu kredit, KPR, KPA, atau KTA.

Mengapa ini penting? Melunasi hutang tepat waktu membuktikan Mommies Daddies adalah orang yang bertanggung jawab. Itu jadi teladan yang bagus juga buat si Kecil, kan? Selain itu, telat atau gagal melunasi hutang akan menimbulkan masalah baru yakni bayar bunga tambahan. Untuk apa keluar uang lebih banyak kalau bisa lunasi tepat waktu?

Buat budget
Ini juga esensial dalam perencanaan keuangan. Budget bisa dilakukan harian, mingguan, bulanan, sampai tahunan. Semakin detil budget yang Mommies Daddies buat, perencanaan finansial keluarga akan semakin rapih dan teratur. Saat ini, sudah banyak aplikasi pada ponsel yang bisa membantu Mommies Daddies mencatat dan membuat alokasi pengeluaran sehari-hari. Mommies Daddies bisa mencatat secara manual di buku kalau menganggap cara itu lebih ampuh dalam mendisiplinkan diri.

Dengan alokasi pengeluaran harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan, Mommies Daddies bisa mengontrol kemana saja uang keluar. Kalaupun ada yang bocor, Mommies Daddies tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kebocoran itu.

Dari pembuatan budget ini pula, Mommies Daddies tahu pola pengeluaran keluarga. Secara perlahan-lahan, perbaiki pengeluaran tidak teratur yang menggerogoti keuangan.

Investasi otomatis
Kalau hutang sudah lunas dan Mommies Daddies sudah tahu pola pengeluaran keluarga, berinvestasi akan jauh lebih mudah. Namun, sebelum melakukan investasi, pastikan dulu keuangan keluarga ada pada kondisi sehat. Pasalnya, seseorang hanya boleh berinvestasi ketika ada uang yang tidak dipakai untuk kebutuhan alias uang nganggur.

Berikut dua indikator keuangan sehat: jumlah cicilan utang maksimal 30% dan bisa menyisihkan 10% dari penghasilan rutin. Kalau dalam tiga bulan terakhir, kedua syarat ini bisa Mommies Daddies penuhi, berarti keuangan keluarga sehat.

Nah, lakukan investasi secara otomatis supaya Mommies Daddies tidak bisa buat alasan untuk menunda investasi. Ada beberapa cara membuat investasi otomatis, seperti autodebet untuk investasi reksa dana, saham, atau peer to peer lending. Mommies Daddies juga bisa bikin rekening khusus untuk menyimpan deposito, lalu setelah uang terkumpul, beli emas dalam jumlah gram yang besar.

Pos untuk lifestyle
Bagi banyak orang, lifestyle sudah masuk kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Wajar kalau Mommies Daddies mau berhura-hura sesekali. Namun, yang harus dipastikan adalah uangnya ada.

Bagaimana mewujudkan hal itu? Bikin rekening khusus lifestyle. Jumlahnya tidak boleh lebih dari 20% penghasilan. Akan lebih baik lagi kalau uang di rekening ini tidak langsung dihabiskan. Biarkan saja beberapa bulan lalu bisa dipakai untuk liburan atau jalan-jalan. Tidak perlu merasa bersalah atau khawatir uang habis kalau sudah terencana seperti ini.

Donasi/beramal/persembahan
Mommies Daddies pasti mau bermanfaat untuk orang lain, kan? Dengan uang yang Mommies Daddies miliki, buatlah supaya bisa berguna membantu orang lain.

Tapi donasi ini pun jangan asal-asalan. Pastikan lembaga atau orang yang menerima terverifikasi dan ada dampak positif dari donasi atau amal yang Mommies Daddies keluarkan. Kegiatan amal ini juga bisa jadi teladan yang baik untuk si Kecil.

Apalagi kalau dibiasakan, pasti si Kecil akan lebih mudah meneruskannya ketika dia juga punya uang.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda