Marantina Napitu 28 Nov 2019

Analis Finansial Keluarga

Rayakan Hari Tanpa Belanja Demi Gak Keluar Duit Sehari Penuh

(0)
Bagikan:

Mommies Daddies ingat kapan terakhir kali melewati hari tanpa keluar uang? Zaman sekarang rasa-rasanya mustahil ya, tidak merogoh kocek sehari saja. Konsumerisme tampaknya sudah menjalar ke seluruh aspek hidup manusia. Setiap hari ada saja kebutuhan dan keinginan yang harus dipenuhi dengan membeli atau mengeluarkan uang.
Di satu sisi memang logis atau sudah jadi kesepakatan umum bahwa untuk mendapatkan sesuatu, seseorang harus membayar dengan uang. Namun masalahnya, orang-orang sering tidak bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Hal ini dimanfaatkan pula oleh para perusahaan kapitalis yang menyuguhkan berbagai macam barang yang menarik untuk dimiliki, padahal tidak dibutuhkan.

Makanya, untuk melawan budaya konsumerisme, muncullah hari tanpa belanja atau buy nothing day. Hari ini dibuat untuk mengingatkan bahaya konsumerisme. Apalagi sekarang, aktivitas belanja semakin dimudahkan melalui hadirnya fenomena belanja online. Hanya dengan beberapa klik, Mommies Daddies bisa belanja kapan saja dan di mana saja.

Hari Tanpa Belanja muncul pertama kali di Kanada pada 1993 oleh seniman asal Vancouver, Ted Dave. Ted merasa muak melihat perilaku konsumerisme. Orang-orang mudah sekali tergiur untuk belanja sehingga hidupnya jadi boros.

Gagasan Ted tersebut lantas dipromosikan sebuah majalah, yakni Adbusters Kanada. Cara merayakan Hari Tanpa Belanja sangat mudah sekaligus sangat susah, yaitu tidak melakukan transaksi jual-beli selama 24 jam.

Banyak orang di berbagai negara tergugah dan menyambut positif gagasan Ted sehingga ikut merayakan Hari Tanpa Belanja. Bahkan ada 30 negara yang berpartisipasi merayakan hari tersebut.

Lantas kapan Hari Tanpa Belanja dirayakan? Ada perbedaan tanggal antara satu negara dengan negara lain. Orang-orang di Amerika Serikat dan Kanada merayakannya sehari sebelum Thanksgiving. Namun, masyarakat di negara lain sepakat merayakan Hari Tanpa
Belanja pada hari Sabtu di pekan terakhir bulan November. Artinya, tahun ini Hari Tanpa Belanja dirayakan pada 30 November.

Berpartisipasi Aktif
Mommies Daddies tertarik ikut merayakan Hari Tanpa Belanja? Ada banyak manfaat berpartisipasi dalam perayaan Hari Tanpa Belanja. Salah satunya tentu menghemat pengeluaran. Dengan merasakan seharian tanpa belanja, Mommies Daddies bisa berlatih menahan diri dari membeli barang-barang yang tidak atau kurang perlu. Ini juga bisa jadi teladan yang baik untuk Kiddo.

Di samping itu, Mommies Daddies pun dapat berpartisipasi aktif dengan sharing tentang hal ini pada orang-orang di sekitar. Tujuannya agar semakin banyak orang yang aware atau peduli melawan konsumerisme.

Dengan demikian, publik bisa semakin sadar dan peka tentang barang yang perlu dibeli alias tidak sekadar belanja. Soalnya, perilaku konsumerisme tidak hanya berbahaya bagi individu tapi juga punya dampak sosial dan ekonomi bagi bangsa.

Anggaplah Hari Tanpa Belanja ini sebagai detoks terhadap konsumerisme. Lawan godaan untuk membeli barang di mall atau situs e-commerce selama 24 jam.

Kira-kira Mommies Daddies sanggup gak ya ikutan Hari Tanpa Belanja?

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda