Siswa Dewantara 20 Dec 2019

Psikolog Anak, Founder @latihati

Bagaimana Supaya Anak Tidak Kecanduan Gadget?

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Saya takut sekali membiarkan anak saya bermain gadget karena berita tentang kecanduan gadget yang semakin marak. Apakah memang ada ancaman bahaya kecanduan dari pemakaian gadget? Bagaimana caranya agar saya bisa sesekali memberikan anak saya gadget tanpa khawatir ia kecanduan?

Siswa Dewantara

Psikolog Anak, Founder @latihati

Sebenarnya, gadgetnya sendiri tidak berbahaya dan tidak ada unsur darinya yang bisa membuat kecanduan karena bagaimana pun ia hanya alat. Dampak negatif atau pun positif yang dialami penggunanya itu bukan semata-mata datang dari gadgetnya, tetapi dari perilaku penggunaannya. Misalnya, kalau ada yang bilang buku itu bermanfaat dan mendidik. Nah, tentunya memberikan buku kepada seorang anak tidak akan semata-mata membuatnya jadi jauh lebih pintar, kalau ternyata buku itu hanya dipakai sebagai pengganjal lemari. Buku baru akan bermanfaat, saat dibaca oleh penggunanya. Membaca itu adalah kegiatan aktif yang dilakukan oleh penggunanya secara sadar. Kegiatan atau perilaku penggunaannya itu lah yang perlu kita atur supaya alat apapun bisa membawa dampak positif bagi kehidupan kita, termasuk anak.


Maka dari itu, sebelum memperkenalkan alat apapun pada anak, pastikan anak punya kesanggupan kecewa dan punya kesanggupan selesai.Tanpa kedua hal itu, bahkan benda yang paling tidak berbahaya sekalipun seperti bantal tidurnya bisa membuatnya kecanduan. Tentu Anda pernah mendengar kasus anak yang sayang sekali dengan bantal atau boneka tertentu, sehingga ia tidak bisa tidur tanpa bantalnya itu? Di tahap itu, bantal yang tidak punya kekuatan apapun pun telah 'membuatnya kecanduan'.


Jadi ortu perlu bantu anak belajar soal membentuk perilaku itu.


Belajar kecewa dilakukan dengan cara menghadapkan anak pada situasi yang membauat anak mengalami kekecewaan, lalu bantu anak eksplor saluran emosi yang aman. Belajar selesai dilakukan dengan cara membuat kesepakatan tentang kriteria selesainya dan klausul konsekuensi jika tidak selesai.Kalau dua hal itu sudah berhasil dilakukan, anak akan membentu perilaku kontrol diri yang bisa membuat dia menikmati segala bentuk hiburan yang disediakan oleh alat apapun, tanpa khawatir tidak bisa mengendalikan diri untuk berhenti pada saat ia harus berhenti.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda