Marantina Napitu 22 Dec 2019

Analis Finansial Keluarga

Baca Ini Dulu Sebelum Mulai KPR ya Mom & Dad

(0)
Bagikan:

Ada banyak jalan menuju Roma. Demikian pula dengan kepemilikan properti, terutama rumah. Tentu Mommies Daddies yang paling tahu waktu terbaik dan kesiapan dalan membeli rumah.

Memang, betapapun ingin punya rumah, butuh komitmen besar saat Mommies Daddies mulai perencanaan dalam membeli rumah. Zaman dahulu, orang tua menyimpan uang selama beberapa lama hingga uang terkumpul dan cukup untuk membeli rumah. Maklum, dulu harga properti tidak meroket seperti sekarang. Kebutuhan akan rumah juga tidak sebesar saat ini, ketika jumlah penduduk jauh lebih banyak.

Dengan kondisi seperti ini, sah-sah saja berusaha menggunakan cara lama: kumpulkan uang yang cukup untuk beli rumah. Untuk Mommies Daddies berpenghasilan tinggi dan perencanaan keuangan yang ketat, ini sangat memungkinkan. Namun, ada cara lain yang dianggap lebih relevan,yakni mengajukan kredit pemilikan rumah alias KPR.

Kredit ini merupakan bantuan dana yang diberikan bank untuk pembelian rumah dalam tempo yang lama hingga 20 tahun. Beda bank, beda pula besaran bunga yang ditetapkan. Kisaran bungai dari 5% hingga 12% per tahun. Biasanya, sebagai bentuk promosi, bank menetapkan bunga cukup rendah dalam dua sampai lima tahun pertama cicilan KPR.

Bank tidak akan memberikan 100% dana untuk membeli rumah. Sebagai debitur atau pihak yang berhutang, Mommies Daddies diwajibkan menyiapkan uang muka atau down payment sebesar 30% dari total harga rumah. Misalnya, Mommies Daddies naksir rumah seharga Rp 500 juta. Maka, Mommies Daddies perlu mengumpulkan uang sebanyak Rp 150.000 sebagai
DP. Sejatinya, ketentuan dari Bank Indonesia ialah debitur bisa membeli rumah tanpa DP. Namun, pihak bank sangat selektif dalam memberi pinjaman. Salah satu tanda debitur sanggup membayar kredit atau utang ialah menyediakan DP sebesar 30%.

Mommies Daddies bisa negosiasi terkait besaran DP ini pada pihak bank. Namun, disarankan agar Mommies Daddies menyiapkan DP yang cukup tinggi untuk mengurangi jumlah utang. Artinya, cicilan tidak terlalu tinggi. Bunga yang harus dibayar pun bisa ditekan.

Untuk menghitung detail jumlah DP, besaran bunga serta cicilan yang harus dibayar saat memulai KPR, Mommies Daddies bisa hitung dengan kalkulator KPR yang tersedia di beberapa situs teknologi finansial. Tentu saja, Mommies Daddies bisa pastikan lagi dengan pihak bank yang dituju.

Kalau memang Mommies Daddies punya tekad yang kuat untuk membeli rumah dengan jalur KPR, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan :
  • Tenor atau periode cicilan KPR cukup lama, mulai 5 tahun sampai 25 tahun. Artinya, setiap bulan, dalam jangka yang panjang tersebut, Mommies Daddies harus rutin dan disiplin membayar cicilan. Kalau telat membayar, bank akan mengenakan denda yang tidak sedikit.
  • Cari bank yang serius dan ketat menyeleksi selama proses pengajuan KPR. Ini menunjukkan bank taat aturan dan memastikan Mommies Daddies layak diberi pinjaman dan dinilai sanggup membayar pinjaman tersebut.
  • Hitung secara detail jumlah plafond pinjaman, total bunga, total cicilan, biaya administrasi, bahkan biaya pinalti yang ditetapkan bank. Meski di awal, bunga yang dikenakan cukup rendah, bukan berarti beberapa tahun lagi bunga KPR tetap atau lebih rendah. Selalu asumsikan bunga KPR naik agar Mommies Daddies tidak keteteran bayar cicilan di kemudian hari.
  • Jika DP sudah terkumpul, jangan langsung bayarkan DP pada pengembang properti. Pastikan dulu pengajuan KPR diterima oleh bank.
Jadi, sudah siap ambil komitmen memulai KPR?

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda