Marantina Napitu 01 Jan 2020

Analis Finansial Keluarga

Beli Rumah atau Bangun Rumah, Mending Yang Mana nih Mom & Dad?

(0)
Bagikan:

Tempat tinggal merupakan kebutuhan primer semua orang. Dalam prakteknya memang tiap orang bebas memilih menumpang, menyewa, atau memiliki tempat tinggal. Pilihan jenisnya pun beragam, dari rumah tapak (landed house) maupun apartemen (strata title).

Salah satu jenis properti yang masih digandrungi kebanyakan orang ialah rumah. Di kota-kota metropolitan, apartemen memang mulai digemari. Namun, dominan masyarakat masih lebih memilih rumah tapak.

Untuk memiliki rumah, Mommies Daddies bisa membeli dari pengembang, baik membayar secara tunai maupun melalui skema KPR. Alternatifnya ialah membangun rumah sendiri. Mana yang lebih menguntungkan? Ini kembali lagi pada preferensi dan kesanggupan Mommies Daddies.

Beli rumah
Para pengembang properti terus membangun rumah dengan harapan harga terus naik dan untung semakin besar. Ini jadi tantangan tersendiri bagi Mommies Daddies yang berencana membeli rumah. Kalau Mommies Daddies berdomisili di kota besar seperti Jakarta, sulit mendapatkan lahan kosong. Kalau pun ada, harganya sudah sangat tinggi. Tidak heran bila banyak orang memilih beli rumah di pinggiran kota.

Jika ini yang Mommies Daddies inginkan, pastikan pengembang properti bertanggung jawab dalam membangun rumah dengan kualifikasi dan kualitas yang dijanjikan. Selanjutnya, pilihan ada di tangan Mommies Daddies mengenai cara pembayaran, tunai atau kredit. Dengan membeli rumah, Mommies Daddies lepas dari kewajiban memikirkan spesifikasi bangunan, merekrut tukang, serta mengawasi proses pembangunan rumah. Pengembang yang memikirkan itu semua. Mommies Daddies tinggal seleksi rumah mana yang sesuai kebutuhan dan kemampuan keluarga.

Bangun rumah
Beberapa orang memilih membangun rumah sendiri. Alasannya banyak, dari alasan sentimentil, yakni ingin ikut cara orangtua atau alasan ekonomis. Bila dihitung-hitung, biaya membangun rumah cenderung lebih murah ketimbang membeli rumah. Wajar dong, penjual rumah pasti ingin mendapat untung dari penjualan rumah. Sementara, jika Mommies Daddies membangun rumah sendiri, bisa disesuaikan dengan anggaran yang ada.

Langkah pertama tentu mencari lahan kosong yang layak untuk mendirikan rumah. Harga lahan otomatis lebih murah dibandingkan harga rumah di lokasi yang sama.

Nah, membangun rumah pun dibagi menjadi dua cara, yaitu rumah utuh atau rumah tumbuh. Yang dimaksud dengan rumah utuh ialah Mommies Daddies membangun rumah dengan memanfaatkan semua lahan dan tidak menyisakan ruang untuk proses pembangunan berikutnya.

Adapun rumah tumbuh adalah rumah yang dibangun secara bertahap, mengikuti kondisi finansial dan penambahan jumlah anggota keluarga. Struktur rumah harus direncanakan dengan matang agar bisa dibangun secara bertahap dalam beberapa tahun.

Misalnya saat ini, Mommies Daddies sanggup membangun rumah dengan satu kamar dengan asumsi Kiddo bisa tidur bersama orangtua atau co-sleeping. Rumah bisa dibangun dengan menyisakan banyak lahan untuk proses pembangunan selanjutnya.

Bila merencanakan menambah anak, Mommies Daddies pun melanjutkan proses pembangunan rumah dengan menambah kamar atau ruangan lain di rumah.

Baik membeli maupun membangun rumah punya tantangannya masing-masing. Yang tidak boleh luput ialah perencanaan keuangan yang matang. Dengan memiliki perencanaan keuangan, Mommies Daddies punya panduan untuk memilih cara terbaik untuk memiliki rumah untuk tempat tinggal keluarga.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda