Astrid RS Wiratna 28 Dec 2019

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Menjaga Komunikasi yang Baik Saat Krisis Finansial

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Sudah 5 bulan terakhir suami saya tidak bekerja karena perusahaan tempat ia bekerja ditutup. Akhir-akhir ini saya melihat dia jadi susah untuk diajak ngobrol. Entah karena dia pusing mencari pekerjaan yang baru atau memang dia membutuhkan waktu untuk sendiri. Misal alasanya karena tidak segera mendapatkan pekerjaan saya tidak masalah meskipun tabungan kami pada saat ini sedang menipis. Saya cukup sedih karena sering diacuhkan. Kira-kira bagaiamana ya supaya komunikasi kami baik seperti sebelumnya?

Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Bisa dibayangkan bagaimana sedihnya ibu menghadapi perilaku suami yang jadi susah diajak berkomunikasi. Suami ibu sebetulnya juga sedih banget bu. Ibu gak salah apa-apa, tetapi ibu perlu menyadari bahwa bagi suami uang yang dia hasilkan bermakna sebagai harga dirinya.

Suami adalah kepala keluarga maka dia akan merasa sebagai suami yang baik jika dari jerih payah dan keringatnya sendiri, dia bisa membiayai semua kebutuhan keluarga tercakup didalamnya membahagiakan anak istri. Tidak ada penghasilan membuat harga dirinya jatuh, dimatanya sendiri. Dia akan merasa sebagai kepala keluarga dia tidak bisa bertanggung jawab memberikan kehidupan yang baik bagi anak dan istrinya.

Suami mengacuhkan ibu pada dasarnya karena rasa malu yang sangat mendalam, biarpun ibu tetap mendukungnya dan yakin bahwa uang tabungan masih cukup, bagi suami situasi tidak ada pekerjaan yang artinya tidak bisa membawa uang ke rumah adalah sebuah tragedi yang sangat memalukan. Semakin lama kondisi ini berlangsung semakin dia akan merasa sebagai seorang suami yang gagal total. Lalu ibu harus bagaimana? Tetaplah berperilaku sebagaimana ibu sebelumnya, jangan pernah mengeluh, jangan mengangkat masalah itu dalam pembicaraan, bahkan jangan menghiburnya juga.

Lebih baik ibu menyibukan diri dengan semua urusan rumah tangga dan menjaga wajah tetap cerah ceria dalam menanggapi suami. Kalau suami mengajak ibu berbicara barulah ibu menanggapinya, tetapi tetaplah bersikap optimis. Cara laki-laki menghadapi masalah berbeda dengan cara perempuan menghadapi masalah bu, laki-laki cenderung diam menarik diri sementara perempuan cenderung akan membicarakannya kesana kemari (ada buku yang bagus tentang ini: Men are from Mars Women are from Venus, karya Thomas Gordon, seorang psikolog dari Amerika, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia juga). Kendalikan diri untuk tetap tenang ya bu, segala hal akan lewat dan indah pada waktuNya.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda