Astrid RS Wiratna 09 Jan 2020

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Menjelaskan Perceraian Orang Tua kepada Anak

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Saya saya mau tanya, karena ada beberapa hal yang tidak bisa kami selesaikan bersama, akhirnya saya memutuskan untuk berpisah dengan suami. Memang berat, tapi kami sudah sepakat dengan konsesekwensi yang harus kami hadapi. Mantan suami saya memutuskan untuk kembali ke kotanya setelah kami resmi berpisah, dan saya tinggal dirumah orangtua saya bersama anak kami. Beberapa hari ini anak saya mulai menyadari jika hampir 2 tahun ini dia tidak melihat sosok ayah yang bersama dia, dia sering bertanya “Dimana ayah, bunda?” hati saya hancur! saya takut untuk memberikan pengertian kepada anak saya. Saya belum siap, tapi anak saya terus bertanya. Lalu, apa yang seharusnya saya lakukan ya?


Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Ibu, maaf, kalau ibu mengatakan bahwa: Memang berat, tapi kami sudah sepakat dengan konsekuensi yang harus kami hadapi. Maka, mengatakan kondisi perkawinan ibu yang sebenarnya pada si anak adalah bagian dari konsekuensi yang harus dihadapi. Ibu tidak boleh berbohong dan tidak bisa juga mengatakan tidak siap. Nasi sudah menjadi bubur, anak ibu mempertanyakan sesuatu yang lumrah yang ibu harus sanggup menjawabnya.

Pemahaman anak belum terlalu rumit, maka untuk anak 2 tahun kalau dia bertanya: “Di mana ayah, bunda?” Jawaban yang dia butuhkan hanyalah jawaban sederhana seperti di dapur, di kantor, di depan, di belakang. Oleh karena itu, ibu bisa menjawab dengan nama kota tempat ayahnya itu berada. Kalau kemudian ditanya lagi kenapa ayah gak pulang, cukup dijawab yang singkat dan sederhana saja seperti: kerja, misalnya.

Nanti kalau anaknya lebih besar, dia akan membutuhkan jawaban yang lebih panjang dan lebih rumit. Usahakanlah untuk menjawab dengan objektif bu, seadanya, gak perlu ditambah emosi. Yang bermasalah sampai kemudian bercerai adalah orangtua, anak tidak perlu dilibatkan di dalamnya. Tidak ada bekas anak, bekas ayah, bekas ibu, tetapi ayah dan ibu bisa berpisah karena satu dan lain hal, maka anak harus diberi tahu sedini mungkin, karena anak harus beradaptasi dengan kenyataan hidupnya terlebih dahulu, sebelum dia bisa beradaptasi dengan tuntutan lingkungan yang lebih luas.

Ibu bisa merasa hancur karena anak ibu tidak dibesarkan dalam keluarga yang lengkap, tetapi ibu tidak perlu menghancurkan masa depan anak ibu dengan kesedihan. Segera bangkit bu, anak ibu akan baik-baik saja jika melihat ibu juga tegar dan optimis menghadapi masa depan.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda