Astrid RS Wiratna 13 Jan 2020

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Bertengkar di depan Anak Boleh atau Tidak?

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Hallo, sering kali saya berbeda pendapat dengan istri yang terkadang menimbulkan pertengkaran. Kami selalu berusaha untuk tidak bertengkar didepan anak kami, namun suatu saat anak saya melihat kami sedang bertengkar dan dia merasa takut. Bagaimana sebaiknya sikap kami ya kepada anak kami?


Astrid RS Wiratna

Psikolog Klinis, Founder @dearastrid

Pada dasarnya didalam kehidupan kita ini tidak ada sesuatu yang sempurna, dan pertengkaran suami istri terjadi dimana-mana sebagai bagian dari kehidupan keluarga/perkawinan. Sehingga jika anak-anak melihat orangtuanya bertengkar, sesungguhnya mereka sedang menjadi saksi dari salah satu perilaku menyelesaikan konflik yang mungkin kelak dalam kehidupan mereka akan mereka lihat lagi dalam berbagai konteks yang berbeda. Jadi, sepanjang pertengkaran itu pertengkaran yang wajar, juga tidak terjadi setiap hari, apalagi setiap jam, maka bapak ibu boleh meminta maaf pada anak setelah pertengkaran itu selesai. Meminta maaf karena anak tanpa dikehendakinya menjadi saksi dari pertengkaran bapak ibu. Setelah itu boleh dijelaskan pelan-pelan bahwa bapak ibu saling mencintai dan mencintai anak/anak-anak juga, tetapi kadang-kadang berselisih paham karena perbedaan pendapat. Sampaikan juga bahwa dalam sebuah hubungan perbedaan pendapat itu biasa, sehingga kemungkinan untuk terjadinya pertengkaran juga ada, walaupun tidak semua perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan pertengkaran. Ada aspek positif dari pertengkaran, yaitu kedua belah pihak jadi bisa saling memahami cara berpikir/cara merasa pasangannya. Walaupun dalam jangka panjang setiap pasangan bisa belajar untuk menyelesaikan perbedaan itu tanpa harus bertengkar, janganlah merasa bersalah pada anak bahwa bapak ibunya bertengkar, pertengkaran adalah sebuah keniscayaan dalam hubungan suami istri. Namun, bapak ibu juga harus sama-sama belajar bahwa tidak semua perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan pertengkaran, sehingga anakpun ikut belajar bahwa salah satu tanda dari meningkatkan ikatan dalam hubungan perkawinan adalah semakin jarangnya orangtua bertengkar. Itu akan jadi pelajaran berharga untuk anak yang kelak akan menikah juga.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda