Siswa Dewantara 15 Dec 2019

Psikolog Anak, Founder @latihati

Betulkah Gadget Mengganggu Sosialisasi Anak?

(0)
Bagikan:

Sering kali ketika si Kiddo menggunakan gadget ia akan betah lama-lama berada di depan layar handphone, terlihat asyik sendirian akan cenderung mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini ditambah lagi dengan pemberitaan mengenai bahaya kecanduan gadget, serta dampak penggunaan gadget terhadap kemampuan bersosialisasi anak-anak tentunya membuat banyak Mommies dan Daddies khawatir.

Seminar “Betulkah Gadget Mengganggu Sosialisasi Anak” yang berlangsung hari Sabtu (14/12) di Happynests, Surabaya lalu mengupas tuntas permasalahan ini dengan menjawab berbagai kegelisahan orang tua terkait perilaku anak bermain gadget.

Bolehkah Anak-anak Bermain Gadget?
Sebenarnya keputusan untuk memperbolehkan anak bermain gadget atau tidak ada di tangan kedua orang tua. Pun, tidak ada panduan umur yang paling tepat, tergantung kesiapan orang tua saja mengelola perilaku anaknya saat bermain gadget. Mommies dan Daddies bisa memberikan izin si Kiddo menggunakan gadget apabila sedang tidak bisa menguasai situasi dan tidak bisa menemani si Kiddo bermain.

Bagaimana Supaya Anak Tidak Berlama-lama Bermain Gadget?
Seorang anak bisa betah berlama-lama bermain gadget karena ada banyak pilihan yang didapatkan dari dalamnya, jadi anak tidak cepat bosan. Jika mau anak tidak bermain gadget lama-lama, batasi konten yang ada di dalamnya supaya ia akan cepat bosan. Selain itu, kalau orang tua ingin dapat mengatur perilaku anak bermain gadget, pastikan orang tua memposisikan gadget bukan sebagai milik anak, tetapi sebagai milik orang tua yang dipinjamkan ke anak. Dengan begitu, orang tua bisa mangatur syarat peminjaman gadgetnya.

Bagaimana Supaya Anak Lebih Aktif Bergerak?
Anak butuh bergerak dan yang ia butuhkan sebenarnya hanyalah alat main yang bisa memfasilitasinya untuk bergerak. Urutan kebutuhan geraknya adalah kaki, tangan, mulut. Jadi, kalau ia berada di situasi di mana ia bisa menggerakkan kaki (contoh: berlari atau melompat), ia akan melakukan itu terlebih dulu. Tapi, dalam kondisi tertentu, orang tua membatasi gerak kaki anak-anaknya, misalnya saat duduk di mobil. Tidak mungkin anak lari-lari di mobil. Jadi, perlu dicarikan alternatif kegiatan yang membuat dia bisa menggerakkan tangan (contoh: menggambar, bermain busy cubes, dll). Kalau menggerakkan tangan pun sedang tidak mungkin, maka pilihan lainnya adalah untuk si Kiddo bisa menggerakkan mulut (contoh: menyanyi atau mengunyah).

Kalau gadget selalu ditawarkan kepada anak sebagai alternatif aktivitas gerak, maka ia pun akan terbiasa dan nyaman dengan aktivitas itu. Maka, kalau si Kiddo memang belum terbiasa bergerak, seharusnya biarkan si Kiddo untuk menggerakkan kaki, tangan dan mulut dengan bebas dulu, sebelum mengenalkan aktivitas yang minim gerak, seperti bermain gadget.

Apakah Bermain Gadget Bisa Menimbulkan Masalah Perilaku?
Banyak orang tua yang khawatir saat anak mengkonsumsi konten tertentu, seperti kekerasan, maka anak akan lebih suka melakukan kekerasan di lingkungannya. Sebenarnya, kekuatan konten dalam membentuk perilaku tidak sekuat itu. Lebih mungkin ketika anak suka dengan sesuatu bukan semata-mata ia terpengaruh dari konten yang ia lihat di gadget melainkan jika ia berada di lingkungan dengan kondisi tertentu ia akan memaknai konten tersebut sebagai hal wajar. Sehingga jika seorang anak tertarik dengan konten kekerasan, sangat mungkin ia sudah familiar menyaksikan adegan kekerasan di kesehariannya.

Apakah Gadget Mengganggu Kemampuan Sosialisasi Anak?
Sebenarnya tidak karena sosialisasi muncul dari adanya kesamaan minat. Kalau dibilang gagdget mengganggu sosialisasi tidak benar juga karena terkadang justru gadget menjadi syarat bergaul di lingkungan tersebut. Misalnya, saat seluruh temannya menonton film kartun di YouTube, maka si Kiddo pun jadi ingin menonton film yang sama juga supaya ia bisa nyambung saat ngobrol dengan teman-temannya. Prinsipnya, manusia membutuhkan kenyamanan bersosialisasi.

Nah, Mommies dan Daddies, semoga cuplikan materi seminar ini bisa membantu mengurangi kegalauan seputar interaksi anak dengan gadget ya! Diharapkan juga, dari sini orang tua harus bisa membentuk aturan yang tepat untuk keluarga masing-masing guna mengontrol perilaku penggunaan gadget pada si Kiddo.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda