Marantina Napitu 06 Jan 2020

Analis Finansial Keluarga

Sebelum Cicil Barang, Perhatikan 3 Hal ini, Mommies Daddies

(0)
Bagikan:

Mommies Daddies pernah ditawari program cicilan barang? Sepertinya tawaran atau iklan untuk meminjam uang agar bisa beli barang ini semakin gencar, ya. Bahkan saat ini ada banyak sekali perusahaan teknologi finansial alias fintech yang fokus dalam menyalurkan pinjaman pada masyarakat.


Di toko atau supermarket, Mommies Daddies pasti pernah melihat layanan meminjam uang tanpa kartu kredit. Biasanya disertai gimmick proses mudah dan bunga kecil.


Aplikasi pemesanan transportasi atau penginapan pun ikut-ikutan menawarkan pinjaman agar penggunanya bisa tetap jalan-jalan atau membeli makanan tanpa mengeluarkan uang. Tawaran ini akrab disebut dengan pay later. Nikmati makanan atau penginapan dahulu, bayarnya nanti.


Sekilas, tawaran pinjaman uang ini menarik. Penyalur pinjaman menyelipkan berbagai promosi agar berhasil membuat penggunanya meminjam uang. Yang diincar tentu saja pendapatan dari bunga yang harus dibayar oleh peminjam uang.


Dahulu kala, proses meminjam uang dibuat sangat rumit. Bahkan harus ada agunan atau jaminan yang ditawarkan peminjam agar pinjamannya disetujui. Pasalnya, ada risiko besar jika peminjam tidak sanggup membayar uang yang dipinjamnya.


Beda halnya dengan sekarang. Faktor-faktor seperti peningkatan daya beli, kemajuan teknologi, serta perubahan gaya hidup sepertinya membuat proses peminjaman jadi cepat. Padahal, risiko gagal bayar tetap ada.


Idealnya memang membeli barang saat ada uang. Tapi, kalau memang sudah mempertimbangkan dengan matang dan sanggup menghadapi konsekuensinya, Mommies Daddies bisa membeli barang dengan cara menyicil. Akan tetapi, jangan sampai Mommies Daddies terlilit hutang. Ada setidaknya tiga hal yang perlu Mommies Daddies perhatikan:


1. Perhatikan jenis barang


Ada beberapa jenis barang yang sebaiknya tidak dibeli dengan cara menyicil. Barang apa sajakah itu? Barang-barang konsumtif, seperti pakaian, gadget, barang mewah, dan perlengkapan hobi sebaiknya dibeli dengan tunai.


Pasalnya, barang-barang tersebut nilainya terus menurun. Dus, kalau Mommies Daddies membelinya secara kredit, yang ada Mommies Daddies rugi. Usahakan menabung untuk membeli barang tersebut.


Tapi ada pengecualian. Kalau dengan memiliki barang tersebut, Mommies Daddies menjadi produktif atau menghasilkan uang, bisa saja membelinya dengan cara menyicil. Jadi, Mommies Daddies tidak rugi. Bunga yang harus dibayar serta penurunan nilai barang akan bisa digantikan dengan penghasilan yang didapat dari penggunaan barang tersebut.


Misalnya nih, dengan beli laptop, Mommies atau Daddies bisa menghasilkan karya yang mendatangkan uang. Kalau kondisinya begitu, membeli laptop dengan cara menyicil bisa jadi pertimbangan.


2. Buat perencanaan yang baik


Sama seperti aktivitas ekonomi lainnya, perencanaan adalah kunci agar keuangan Mommies Daddies terjaga. Saat hendak membeli barang dengan skema pinjaman, baik lewat kartu kredit ata penyedia pinjaman lainnya, pastikan itu sudah terencana.


Mommies Daddies harus merencanakan berapa lama cicilan akan dibayar dan apakah penghasilan cukup untuk membayar cicilan. Selain itu, Mommies Daddies harus menghitung, total pinjaman yang harus dibayar, dengan cicilan pinjaman lainnya, seperti KPR atau kartu kredit. Disarankan agar total pinjaman tidak melebihi 30% dari jumlah penghasilan Mommies Daddies. Kalau lebih dari 30%, kemungkinan besar, Mommies Daddies akan ngos-ngosan untuk membayar cicilan.


3. Disiplin bayar cicilan


Ini penting sekali, Mommies Daddies. Telat sehari saja dalam membayar cicilan, Mommies Daddies akan dikenai bunga yang jumlahnya tidak kecil. Semakin lama keterlambatan, semakin besar pula bunga yang harus Mommies Daddies bayar. Kalau sudah terlalu besar, yang ada Mommies Daddies pusing mencari cara untuk melunasinya.


Akhir-akhir ini juga beredar kisah debt collector yang menagih hutang dengan cara yang bikin tidak nyaman. Jangan sampai kisah itu dialami oleh Mommies Daddies, ya.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda