Marantina Napitu 10 Jan 2020

Analis Finansial Keluarga

Resolusi Keuangan 2020 untuk Keluarga, Begini Cara Menyusunnya!

(0)
Bagikan:

Salah satu tradisi untuk mengawali tahun ialah membuat resolusi atau tujuan yang ingin dicapai sepanjang tahun. Hal ini juga berlaku untuk finansial atau keuangan keluarga.


Kalau Mommies Daddies masih bingung menyusun resolusi 2020 untuk keuangan keluarga, saat ini saya mau kasih ide. Semoga resolusi ini bukan jadi sekadar tulisan di awal tahun, tapi memang jadi tujuan untuk memperbaiki finansial keluarga


Financial check up

Sebelum lebih jauh menentukan resolusi, ada baiknya memulai tahun baru dengan melakukan financial check up. Tujuannya ialah mengetahui kondisi keuangan keluarga, apakah sehat atau tidak. Mommies Daddies bisa melakukannya sendiri atau dengan menggunakan jasa financial planner terpercaya.


Kalau sudah tahu dengan kondisi keuangan keluarga, barulah Mommies Daddies bisa membuat perencanaan yang detil mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk memperbaiki keuangan keluarga.


Awal tahun adalah waktu yang baik untuk melakukan pemeriksaan finansial ini. Setelahnya, Mommies Daddies bisa memastikan rencana berjalan dengan baik dan memperbaiki kekeliruan dalam mengelola keuangan selama ini


Cash flow yang sehat


Selama 2019, mungkin Mommies Daddies merasa babak belur dalam mengatur keuangan keluarga. Jangan khawatir. Di tahun 2020, Mommies Daddies masih punya kesempatan untuk berubah. Jadikan cash flow yang sehat sebagai salah satu resolusi keuangan di tahun ini.


Bagaimana ciri cash flow atau arus kas yang sehat? Pertama, pendapatan lebih besar dari pengeluaran. Kedua, Mommies Daddies punya dana darurat yang cukup untuk mewaspadai pengeluaran tidak terduga dan mendesak dalam keluarga. Ketiga, seluruh anggota keluarga punya asuransi kesehatan sehingga jika ada yang sakit, tidak akan mengganggu keuangan.


Keempat, cicilan atau utang bisa dikontrol. Porsi cicilan atau utang ini tidak boleh lebih besar dari 30% pengeluaran rutin. Terakhir, ada tabungan atau investasi sekitar 10% dari penghasilan untuk tujuan keuangan, seperti dana pendidikan dan dana pensiun.


Mengumpulkan dana darurat


Mommies Daddies sudah tahu, dong, pentingnya dana darurat. Berbeda dengan pengeluaran rutin, dana darurat digunakan untuk membiayai pengeluaran tak terduga dan mendesak. Ini merupakan pos yang sangat penting dalam manajemen keuangan. Tidak ada yang tahu bila Mommies Daddies butuh biaya perbaikan genteng bocor, atau biaya saat bencana alam terjadi. Jadi, dana darurat ini harus siap.


Kalaupun belum, jadikan ini sebagai resolusi 2020. Mommies Daddies sebaiknya punya dana sebesar 12 kali pengeluaran rutin. Kalau sebulan, pengeluaran keluarga adalah Rp 5 juta. Jadi, dana darurat yang ideal untuk keluarga adalah Rp 60 juta.


Kumpulkan dana darurat dengan menyisihkan penghasilan di tabungan atau deposito. Dengan demikian, dana darurat pun mudah untuk dicairkan ketika dibutuhkan.


Semangat menggapai resolusi demi keuangan keluarga yang lebih baik di tahun ini, ya, Mommies Daddies


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda