Vonny Wiyani 14 Jan 2020

Konsultan Kehumasan

Tips Lindungi Anak dari Predator Online

(0)
Bagikan:

Beberapa minggu belakangan, masyarakat kita digemparkan oleh pemberitaan terkait warga negara Indonesia yang menjadi predator seksual di negeri orang. Kota tempat kejadian perkara merupakan kota modern yang sebagian besar wilayahnya dilengkapi dengan metode pengawasan canggih menggunakan jaringan cctv (kamera pengintai). Rekaman cctv berisi adegan saat pelaku sedang beraksi mencari mangsa, diperkuat dengan ribuan video rekaman pribadi pelaku saat melakukan tindak kejahatannya; menjadi barang bukti dalam proses pengadilan. Pelaku sudah ditangkap dan dipenjara, namun bagi ratusan orang yang terlanjur menjadi korban; masalah belum selesai. Sekalipun video yang menjadi barang bukti mungkin tak sampai beredar, gemparnya pemberitaan tentang kejadian itu turut membuat titik terburuk dalam hidup mereka selamanya terekam dalam jejak digital.

Jika berefleksi dari kejadian tersebut, akan terlihat bahwa kecanggihan teknologi tidak selalu berhasil membuat pelaku kejahatan mengurungkan niatnya. Bahkan, ada banyak celah dalam kemajuan teknologi yang rentan dimanfaatkan oleh predator untuk mencari mangsa. Berkaca dari kasus yang terjadi di Indonesia tahun 2017 misalnya, Kepolisian Indonesia menguak adanya jaringan predator online lintas negara beranggotakan lebih dari 7000 orang di media sosial facebook. Tahun 2018, seorang mantan guru mengaji di Pamekasan, Madura yang dihukum karena kasus pedofilia kembali beraksi dengan memanfaatkan instagram dari balik jeruji penjara. Lalu di tahun 2019, Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Subdit Cyber Crime berhasil mengungkap modus pencarian korban di bawah umur oleh predator seksual yang memanfaatkan game online.

Lalu apa yang bisa Mommies dan Daddies lakukan untuk melindungi kiddos di zaman yang serba digital dan online ini? Tenang, tidak perlu mengambil tindakan ekstrem dengan memutus hubungan internet dan sama sekali melarang mereka menggunakan gadget (gawai). Kita bisa memulainya dengan dua hal sederhana namun penting:

Pantau dan kontrol akses internet
Kita perlu mengingat bahwa pemahaman anak-anak bisa berbeda bergantung pada usia mereka. Alangkah baiknya jika kita paham betul akan batasan usia untuk pemakaian aplikasi tertentu seperti media sosial. Jika memutuskan menggunakannya, pastikan anak-anak tahu sejak dini informasi serta apa saja yang boleh dibagi dan dipertunjukkan kepada orang lain maupun tidak. Jika terbiasa
mengajak mereka berinteraksi menggunakan gawai dan media sosial, perhatikan batasan-batasan apa saja yang perlu diajarkan kepada mereka.

Baca juga Jawab Dulu Empat Pertanyaan ini Sebelum Unggah Foto si Kiddo

Pertimbangkan dulu beberapa hal yang biasanya dilakukan spontan, misalnya; bolehkah diajak berfoto atau diambil fotonya oleh orang selain keluarga? Pose seperti apa yang boleh? Bolehkah dipegang, di bagian mana saja? Mengingat banyak sekali kegiatan yang tadinya bukan untuk konsumsi publik (misalnya memandikan anak) menjadi publik jika sudah diunggah ke media sosial, maka hal ini perlu kita cermati sebelum menjadi sesal di kemudian hari. Ada baiknya bila kita sejak awal menentukan aturan kapan dan bagaimana anak dapat berinteraksi dengan orang lain baik secara offline maupun online.

Habiskan Waktu Bersama Kiddos
Beberapa dari orang tua terbiasa abai, merasa sudah aman saat melihat anak asyik dengan gawainya. Padahal dalam jangka panjang kebiasaan ini bisa berbahaya jika tidak diimbangi dengan pemahaman orang tua akan kebiasaan anak yang rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak berniatan buruk. Oleh sebab itu, sesibuk apapun Mommies dan Daddies, mari mengusahakan untuk mengenali dan memahami aktifitas online apa saja yang kiddos sukai. Bangun rasa saling percaya dan terbuka dengan menikmati hal-hal seru bersama-sama. Jika memungkinkan, minta mereka mengajari cara memainkan atau menunjukkan sesuatu yang menjadi favorit mereka. Apabila bisa menikmatinya bersama orang tua sendiri, niscaya akan mengurangi resiko kiddos dalam mencari sumber kenyamanan dari pihak luar.

Bagaimana Mommies dan Daddies, cukup sederhana bukan? Berikutnya akan kita bahas sama-sama contoh aplikasi yang seru serta aman untuk dinikmati bersama-sama baik oleh Kiddos maupun Mommies dan Daddies. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda