Aprilia Hardiyani Tanto 12 Feb 2020

Apoteker Quality Assurance, Distributor Perusahaan Farmasi

Jangan Sampai Salah, Ketahui Masa Simpan Obat Setelah Dibuka!

(0)
Bagikan:

Anonymous

User

Hallo, saya mau tanya..

Bagaimana ya standart aturan masa simpan obat yang tepat? Soalnya saya takut tindakan saya salah. Terimakasih.

Aprilia Hardiyani Tanto

Apoteker Quality Assurance, Distributor Perusahaan Farmasi

Hallo, jadi masa simpan obat setelah dibuka dapat bermacam-macam, tergantung jenis sediaannya. Dalam bidang farmasi terdapat istilah “Beyond Use Date” yaitu batas waktu penggunaan sediaan obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka. Kemasan primer berarti kemasan yang langsung bersentuhan dengan bahan obat seperti botol, ampul, blister, dsb. Beyond Use Date (BUD) dihitung dari tanggal sediaan dibuka, dicampurkan dengan pelarut lain, dan dari tanggal produk dipindahkan dari kemasan asli/dikemas ulang. Contoh BUD beberapa sediaan adalah sebagai berikut:
Sediaan cair, contohnya sirup dan suspensi ( BUD dapat dilihat sesuai informasi dari pabrik pembuat obat, jika tidak tersedia informasi tersedia maka dapat digunakan pedoman ini: cek tanggal kadaluarsa obat yang tercantum pada kemasan asli, jika tanggal kadaluarsa < 1 tahun maka BUD = tanggal kadaluarsa pabrik, namun jika tanggal kadaluarsa produk > 1 tahun maka BUD = 1 tahun. Contoh, obat merk X pertama kali digunakan bulan Februari 2020. Tanggal kadaluarsa obat yaitu Agustus 2021, berarti sisa masa penggunaan = 1,5 tahun (> 1 tahun), maka BUD = 1 tahun sejak digunakan yaitu Februari 2021. Untuk detail beberapa jenis obat berikut ini ya!

1. Sirup Kering ( sirup kering yang telah tercampur dengan air dapat disimpan dan digunakan maksimal 14 hari sejak sirup kering dicampurkan dengan air (rekonstitusi)

2. Puyer ( batas waktu yang ditetapkan tidak lebih dari 25% dari tanggal kadaluarsa. Sebagai contoh, jika apoteker merubah bentuk sediaan tablet parasetamol menjadi serbuk/puyer dan tanggal kadaluarsa dari pasasetamol tersebut adalah 1 tahun dari tanggal peracikan, maka batas penggunaan obat tidak lebih dari 3 bulan dari saat peracikan. Jika puyer terdiri atas campuran macam-macam obat, maka dapat dicek tanggal kadaluarsa masing-masing obat dan digunakan tanggal kadaluarasa terdekat untuk kemudian dihitung 25% batas waktunya.

3. Obat Tetes Mata dan Salep Mata ( obat tetes mata dan salep mata merupakan sediaan steril (bebas dari mikroorganisme) dan memiliki BUD selama 30 hari sehingga setelah 30 hari sebaiknya sediaan tidak digunakan lagi dan dapat dibuang karena sudah tidak dapat dijamin lagi sterilitas dari sediaan tersebut.

Kemudian untuk informasi lebih lanjut terkait BUD dapat ditanyakan kepada apoteker yang praktek di apotek atau sarana pelayanan kesehatan terdekat. Kira-kira begitu ya 😇

(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda