Marantina Napitu 10 Mar 2020

Analis Finansial Keluarga

Berencana Utang untuk Bayar Uang Sekolah Kiddo? Baca Ini Dulu, Mommies Daddies!

(0)
Bagikan:

Tahun ajaran baru tinggal menunggu bulan. Ini artinya, para orangtua yang berencana menyekolahkan anak harus mempersiapkan sejumlah biaya, mulai dari uang pangkal, uang pembangunan, uang seragam, serta SPP. Apalagi kalau Kiddo memasuki jenjang sekolah baru, seperti masuk TK, SD, SMP, atau SMA. Biaya yang disiapkan harus lebih besar lagi.


Biaya pendidikan jadi salah satu biaya terbesar yang harus dipersiapkan Mommies dan Daddies. Apalagi kalau Mommies dan Daddies berambisi menyekolahkan anak di institusi pendidikan ternama dengan fasilitas lengkap. Tentu saja, biaya yang harus dikeluarkan sangat besar. Ada kualitas, ada harga.


Sebenarnya sah-sah saja berkeingan menyekolahkan anak di sekolah dengan kualitas bagus, bahkan terbaik. Namun, Mommies dan Daddies juga harus realistis. Kalau kemampuan finansial tidak mencukupi, untuk apa dipaksakan?


“Tapi Kiddo yang mau. Lagipula, lokasi sekolah sangat strategis, dekat dengan rumah dan kantor.” Mungkin begitu Mommies dan Daddies berkilah. Lantas, apakah solusinya? Benarkah Mommies dan Daddies harus berhutang demi menyekolahkan anak?


Ada beberapa kondisi yang membuat Mommies dan Daddies tidak mampu membiayai uang sekolah anak.


Pertama, tidak ada perencanaan keuangan yang matang untuk mempersiapkan dana pendidikan. Para pakar finansial setuju bahwa agar dana pendidikan terpenuhi, Mommies dan Daddies harus sudah mulai menabung atau berinvestasi sejak anak dalam kandungan atau setidaknya ketika anak baru lahir. Dengan demikian, Mommies Daddies punya waktu bertahun-tahun untuk mencapai jumlah dana yang dibutuhkan untuk menyekolahkan anak. Kalau anak akan masuk SD tahun ini, sementara Mommies Daddies baru mulai menabung atau berinvestasi di awal tahun, sudah jelas akan sulit untuk mengejar biaya pendidikan yang tidak kecil.


Kedua, sekolah yang dipilih memang melampaui kemampuan finansial keluarga. Dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, rasanya tidak logis memilih sekolah dengan SPP Rp 2 juta per bulan. Apalagi uang pangkal sekolah mencapai puluhan juta. Mommies Daddies harus lebih giat lagi melakukan survei untuk menemukan sekolah bagus dengan biaya yang sesuai kantong.


Akan tetapi, kalau memang mau nekat berhutang, tentu tidak ada yang bisa menghentikan. Anggaplah Mommies Daddies mengajukan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) di bank. Ketahui beberapa resiko berhutang demi uang sekolah anak.


Pertama, jika tidak bisa membayar cicilan, Mommies Daddies akan terjebak dalam utang yang semakin besar karena bunga KTA sangat tinggi.


Kedua, ada resiko anak akan dikeluarkan karena urusan pembayaran SPP dan sebagainya tidak bisa terpenuhi. Bahkan, meminjam uang dari saudara atau kerabat pun punya resiko, seperti merusak relasi.


Apakah Mommies Daddies sudah siap menghadapi resiko di atas? Kalau sudah, silakan ajukan permohonan kredit. Namun, kalau dirasa resikonya terlalu besar, ayo bikin perencanaan matang untuk membiayai sekolah anak. Ini bisa dimulai dengan rencanakan jarak yang aman untuk usia anak pertama dan kedua. Selain itu, mulai rutin menabung dan berinvestasi demi mencapai tujuan, yakni dana pendidikan anak, misalnya dengan investasi reksadana, obligasi, atau membeli emas. Tentu dengan mempelajari dulu potensi dan resiko dari masing-masing jenis investasi tersebut.


Perencanaan yang baik adalah kunci keberhasilan. Apapun tujuan Mommies dan Daddies menyekolahkan anak di sekolah tertentu, mulai dengan punya perencanaan yang matang, ya.


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda