Marantina Napitu 04 Mar 2020

Analis Finansial Keluarga

Pilih Investasi di Obligasi Pemerintah atau Korporasi, Mommies Daddies?

(0)
Bagikan:

Obligasi. Jenis investasi ini masih jarang dibicarakan. Sedikit pula rumah tangga yang memiliki investasi obligasi dalam portofolio keuangan keluarga. Banyak orang menganggap investasi obligasi ini ribet dan terlalu beresiko.


Secara sederhana, obligasi diartikan sebagai surat utang yang dikeluarkan negara atau perusahaan/korporasi ketika butuh dana untuk melaksanakan pembangunan atau memajukan bisnis. Sama seperti Mommies Daddies, negara atau korporasi tidak selamanya punya dana yang cukup untuk membayar kebutuhan. Berutang atau meminjam uang jadi opsi yang logis sehingga pembangunan atau bisnis bisa terus berjalan.


Ketika Mommies Daddies butuh uang, yang bisa dilakukan ialah mengajukan pinjaman pada bank atau pihak kreditur lain, seperti peer to peer lending atau penyedia pinjaman online. Negara atau korporasi juga punya opsi itu. Namun, jalur lain yang juga kerap ditempuh ialah mengeluarkan surat utang yang dikenal dengan obligasi.


Surat utang ini dibeli oleh investor, bisa berupa investor ritel atau investor korporasi, dengan ketentuan yang sudah diatur dan diawasi pemerintah. Ketika Mommies Daddies membeli obligasi pemerintah atau korporasi, artinya pemerintah atau korporasi sedang meminjam uang pada Mommies dan Daddies. Nah, secara garis besar, ada dua jenis obligasi, yakni obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Begini penjelasan masing-masing jenis obligasi:


Obligasi pemerintah


Seperti yang sudah dijelaskan, ini merupakan instrumen surat utang yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Surat utang ini dibedakan menurut mata uang yang digunakan, yakni surat berharga negara (SBN) rupiah dan SBN valuta asing (valas). Sementara itu, berdasarkan denominasi rupiah, SBN dibedakan menjadi SBN dengan sistem lelang (terdiri dari surat utang negara atau SUN dan sukuk negara) dan SBN non-lelang (misalnya ORI dan sukuk ritel).


Sepanjang 2019, pemerintah merilis SBN ritel hampir setiap bulan. Akan tetapi, pada 2020 ini, SBN ritel akan terbit dengan jadwal sebagai berikut: SBR009 pada 27 Januari, SR012 pada 24 Februari, SBR010 pada 23 Juni, ST007 pada 28 Agustus, ORI017 pada 1 Oktober, dan ST008 pada 26 Oktober 2020.


Bunga yang ditawarkan obligasi pemerintah cenderung lebih rendah dibandingkan obligasi korporasi. Namun, tingkat risikonya pun jauh lebih kecil. Pasalnya, pemerintah atau negara pasti mengusahakan agar masyarakat atau investor mendapatkan kembali dana yang mereka pinjamkan pada negara beserta dengan bunganya.


Sebagai investor SBN, Mommies Daddies mendapatkan bunga hasil investasi yang disebut dengan kupon. Proses pencairan kupon sesuai waktu yang sudah ditentukan. Selain itu, modal pokok investasi juga akan cair menurut ketentuan yang berlaku.


Obligasi korporasi


Pengusaha kecil lazim berutang untuk membesarkan bisnis. Begitu pula dengan pengusaha besar, bahkan korporasi. Mommies dan Daddies punya kesempatan untuk jadi investor yang menggelontorkan dana yang dibutuhkan korporasi.


Lantaran dijamin oleh perusahaan penerbit obligasi, jenis obligasi korporasi ini punya risiko yang cukup tinggi. Untuk mengimbangi risiko itu, korporasi pun menawarkan bunga atau kupon yang lebih menarik dibandingkan obligasi pemerintah. Semakin lama jangka waktu peminjaman, semakin besar pula potensi bunga yang bisa Mommies dan Daddies dapatkan sebagai investor obligasi korporasi.


Perlu diperhatikan, apabila perusahaan penerbit obligasi mengalami masalah keuangan, ada risiko dana pinjaman tidak bisa dibayarkan. Dengan kata lain, investor beresiko kehilangan dana investasi. Untuk itu, cermati kondisi finansial dan fundamental dari perusahaan yang menerbitkan surat utang.


Di sisi lain, modal atau dana untuk menjadi investor obligasi korporasi juga cenderung tinggi. Untuk bisa jadi investor, Mommies Daddies harus menyiapkan dana mulai Rp 20 juta. Imbal hasilnya beragam, tapi biasanya lebih tinggi dari bunga deposito atau bunga obligasi negara.


Tertarik berinvestasi di obligasi? Perdalam pengetahuan tentang jenis investasi ini, ya, Mommies Daddies!


(0)
Bagikan:

Komentar (0)


Komentar anda